JAKARTA – Kopi bukan sekadar penahan kantuk, tetapi juga memiliki pengaruh langsung terhadap kesehatan usus dan sistem pencernaan.
Dilansir dari Dagens.com, konsumsi kopi setiap hari dapat memberikan sejumlah efek, mulai dari merangsang kontraksi otot pencernaan hingga memengaruhi kualitas tidur.
Berikut
1. Merangsang Kontraksi Otot
Kafein dalam kopi merangsang motilitas usus, membantu makanan bergerak lebih cepat. Mekanisme ini juga memicu hormon pencernaan seperti gastrin dan cholecystokinin (CCK). Bagi sebagian orang, efek ini memudahkan buang air besar, namun pada penderita IBS bisa memicu diare.
2. Khasiat Kopi untuk Usus
Kopi kaya polifenol yang berfungsi sebagai prebiotik, mendukung keragaman mikrobiota usus. Studi menunjukkan peningkatan bakteri baik seperti Bifidobacterium pada konsumen kopi reguler. Meski demikian, manfaat ini hanya optimal bila dikonsumsi secara moderat.
3. Risiko terhadap Pencernaan
Sifat asam kopi dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu heartburn atau GERD. Kafein juga bisa mengganggu penyerapan mineral seperti besi dan kalsium, terutama bila diminum berdekatan dengan makanan. Minum kopi saat perut kosong berisiko menimbulkan kram atau diare.
4. Dampak pada Kualitas Tidur
Kafein memiliki masa paruh biologis 5–12 jam, sehingga kopi yang diminum sore hari bisa mengganggu tidur malam. Gangguan tidur berpotensi menurunkan produktivitas, memengaruhi hormon, mood, hingga pencernaan.