JAKARTA – Timnas Indonesia mengusung ambisi besar mencetak sejarah saat menghadapi Bulgaria dalam final FIFA Series 2026 yang digelar di Jakarta.
Laga Timnas Indonesia vs Bulgaria ini menjadi sorotan karena berpotensi menghadirkan kemenangan pertama Garuda atas tim Eropa dalam catatan sepak bola nasional.
Pelatih John Herdman menilai pertandingan ini sebagai tantangan berbeda yang membutuhkan kesiapan mental dan strategi matang sejak menit awal.
Menurut Herdman, karakter permainan Bulgaria jauh lebih terstruktur dibanding lawan sebelumnya yang cenderung tidak terprediksi.
“Saya rasa kalian tahu, Saint Kitts dan Nevis tim yang merepotkan. Anda tidak selalu bisa menjamin struktur atau sistem apa yang akan mereka mainkan, dan terkadang Anda bisa terseret ke dalam kekacauan itu,” ujar Kerdman usai latihan tim di Stadion Madya Senayan pada Minggu, 29 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa skuad Garuda telah bermain disiplin untuk menghindari jebakan transisi saat menghadapi lawan sebelumnya.
Namun kali ini, pendekatan harus berbeda karena Bulgaria memiliki organisasi permainan yang lebih rapi serta kekuatan fisik yang menonjol.
“Tim kami memainkan gaya yang sangat disiplin untuk memastikan kami tidak terjebak dalam transisi, tapi Bulgaria berbeda.”
“Mereka secara fisik lebih besar, lebih kuat, sangat terorganisir dengan baik, dan transisi mereka lebih terorganisir dan cepat,” kata pria asal Consett, Inggris tersebut.
Herdman menyoroti pentingnya intensitas tinggi sejak awal pertandingan demi menghindari tekanan cepat dari lawan.
Ia mengingatkan bahwa kesalahan di menit awal bisa berakibat fatal menghadapi tim dengan pengalaman Eropa.
“Melawan tim-tim seperti ini, tidak ada jalan kembali. Tim seperti Bulgaria jika mereka mencetak gol lebih awal, mereka tahu cara mengakhiri pertandingan,”ucap Herdman.
Eks pelatih Timnas Kanada itu juga menekankan profesionalisme pemain, terutama dalam menjaga fokus pada fase krusial awal laga.
“Kami harus benar-benar profesional di 10-15 menit pertama, dan kemudian biarkan kondisi, penggemar, kepercayaan diri, dan semangat kami menyatu.”
“Semoga kami mendapatkan kemenangan pertama melawan tim Eropa dalam sejarah bangsa ini,” ujar manatan pelatih Timnas Kanada itu.
Sementara itu, bek andalan Kevin Diks turut menyuarakan optimisme tinggi menghadapi duel penting tersebut.
Ia menilai peluang mencetak sejarah terbuka lebar jika tim mampu tampil maksimal sepanjang pertandingan.
“Kami tahu bahwa itu adalah tantangan lain bagi kami. Saya pikir kami bisa mencetak sejarah besok, dan itulah yang ingin kami lakukan,” kata Kevin.
Diks menegaskan kualitas skuad Merah-Putih tidak bisa dipandang sebelah mata dalam menghadapi tim Eropa.
Ia menyebut kemenangan atas Bulgaria akan menjadi pencapaian besar yang berdampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
“Kami memiliki kualitas [tim] yang bagus. Menang melawan tim yang lebih baik, tim Eropa, akan sangat luar biasa,” ucap pemain yang saat ini merumput bersama Borussia Mönchengladbach itu.
“Jadi mudah-mudahan besok (hari ini) kami mendapatkan kemenangan, dan itulah yang kami perjuangkan dan itulah yang mudah-mudahan akan kami dapatkan,” ujar Kevin.
Pertandingan final FIFA Series 2026 antara Timnas Indonesia dan Bulgaria dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin malam pukul 20.00 WIB.
Garuda melaju ke partai puncak setelah tampil dominan dengan kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis.
Sementara Bulgaria memastikan tempat di final usai menunjukkan superioritas dengan kemenangan besar 10-2 atas Kepulauan Solomon.
Sebelumnya, laga perebutan tempat ketiga akan mempertemukan Saint Kitts dan Nevis kontra Kepulauan Solomon pada sore hari di stadion yang sama.***