JAKARTA – Pemerintah melalui Bapanas menyalurkan beras dan Minyakita guna ringankan beban ekonomi rakyat di wilayah 3TP (wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan).
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bantuan ini langkah strategis perkuat ketahanan pangan nasional.
“Program bantuan ini bukan hanya bentuk dukungan sosial, tetapi juga langkah strategis pemerintah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/11/2025).
Bapanas bersama Bulog resmi memulai distribusi bantuan pangan periode Oktober-November 2025 secara nasional.
Penyaluran perdana di Jakarta-Banten digelar di Gudang Bulog Kelapa Gading dan disaksikan penerima manfaat.
Sebanyak 217.975 warga Jakarta terima total 4.359.500 kg beras serta 871.900 liter Minyakita dari program ini.
Bantuan juga disalurkan di Sorong, Papua Barat Daya, untuk 43.935 penerima dengan total 878 ton beras dan 175 KL.
“Bantuan pangan ini bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga daya beli dan akses bahan pokok,” kata Amran.
Ia menilai program ini menjaga keseimbangan harga dan pasokan agar tetap stabil di seluruh daerah Indonesia.
Bapanas, Bulog, dan kementerian terkait terus bersinergi memperkuat pengendalian pangan dari hulu ke hilir.
Program ini menargetkan 18,27 juta penerima yang masing-masing mendapat 20 kg beras dan 4 liter Minyakita.
“Penyaluran dilakukan serentak melalui jaringan distribusi Bulog termasuk wilayah 3TP,” tutur Amran menutup.
Penugasan ini resmi berdasarkan Surat Bapanas Nomor 347/TS.03.03/K/2025 untuk distribusi pangan nasional.
Langkah ini diharapkan menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.***