Miss Universe 2025 telah berakhir dengan kemenangan gemilang bagi Fátima Bosch dari Meksiko. Sebagai Miss Mexico 2025, Bosch berhasil merebut mahkota prestisius tersebut, mengalahkan puluhan kontestan dari seluruh dunia dalam edisi ke-74 kontes kecantikan terbesar ini
Saat top 5, Bosch bersaing ketat dengan Miss Thailand, Opapattra “Pat” Poonchaichompoo, yang akhirnya menjadi Runner-Up Pertama. Sementara Runner-Up media diraih Miss Venezuela, Maria Gabriela de la Hoz.
Tahun 2025 menjadi salah satu edisi paling kontroversial dalam sejarah Miss Universe. Dua minggu sebelum final, Bosch menjadi pusat perhatian global setelah konfrontasi viralnya dengan eksekutif Miss Universe, Nawat Itsaragrisil dari Thailand.
Insiden tersebut, yang direkam dan menyebar luas di media sosial, melibatkan tuduhan penghinaan terhadap Bosch, yang memicu walkout massal oleh sejumlah kontestan. Kejadian ini bahkan menyebabkan pengunduran diri beberapa juri dan protes dari fans yang menuntut transparansi.
Selain insiden Bosch, ada tuduhan bias dari juri, termasuk hubungan pribadi antara salah satu juri dengan Miss Paraguay yang terungkap di Instagram.
Miss Chile, Inna Moll, memicu kemarahan dengan video TikTok yang menirukan penyalahgunaan narkoba, sementara Miss Teen Cambodia menggunakan pidatonya untuk menuduh Thailand atas konflik perbatasan. Organisasi Miss Universe merespons dengan pernyataan resmi, menekankan komitmen pada inklusivitas dan pemberdayaan wanita.
Latar belakang organisasi juga bermasalah: Anne Jakrajutatip, pemilik sebelumnya, mundur akibat kebangkrutan perusahaannya JKN Global Media pada 2023. Kini, di bawah kepemimpinan Emilio Azcárraga dari Meksiko, pageant ini berupaya bangkit dengan fokus pada dampak sosial.
Dampak Kemenangan: Apa yang Didapat Bosch dan Masa Depan Miss Universe
Sebagai Miss Universe 2025, Bosch akan menerima hadiah berupa gaji satu tahun senilai ratusan ribu dolar AS, apartemen mewah di New York, perjalanan global, dan akses ke jaringan filantropi. Namun, lebih dari itu, ia akan menjadi duta untuk inisiatif seperti pendidikan perempuan dan konservasi lingkungan.
Bosch berjanji, “Mahkota ini bukan akhir, tapi awal untuk membangun dunia yang lebih adil bagi semua wanita.”
Puerto Rico diumumkan sebagai tuan rumah Miss Universe 2026, menandai kembalinya ke Amerika Latin. Sementara itu, fans di media sosial terbagi: Banyak yang memuji ketangguhan Bosch, tapi ada pula yang mempertanyakan keadilan hasil.
Apa pun itu, kemenangan ini membuktikan bahwa Miss Universe tetap relevan sebagai platform pemberdayaan di era modern. Dengan Fátima Bosch sebagai ikon baru, dunia kecantikan kini menatap masa depan yang lebih cerah—dan tentu saja, lebih dramatis.
