JAKARTA – Film terbaru berjudul ‘The Long Walk’ resmi hadir di layar bioskop dan langsung mencuri perhatian penonton.
Karya ini merupakan adaptasi dari novel klasik Stephen King yang diterbitkan pada 1979 dengan nama pena Richard Bachman.
Kehadirannya menjadi salah satu tontonan paling dinanti, terutama bagi penggemar kisah distopia penuh ketegangan.
‘The Long Walk’ mengangkat cerita tentang masa depan kelam di Amerika Serikat yang berada dalam cengkeraman pemerintahan totaliter.
Dalam dunia suram itu, sebuah kompetisi mematikan dijadikan tontonan publik dengan tajuk sama: The Long Walk.
Ajang tersebut mempertemukan seratus remaja laki-laki yang dipaksa menempuh perjalanan panjang tanpa henti.
Aturannya sederhana sekaligus mematikan—peserta tidak boleh berhenti, apalagi melambat.
Bila peringatan diberikan hingga tiga kali, maka konsekuensinya hanya satu: eksekusi di tempat.
Jalan Panjang Menuju Kemenangan
Meski dipenuhi penderitaan, hadiah yang ditawarkan menjadi daya tarik utama: apa pun yang diminta sang pemenang akan dikabulkan oleh negara.
Namun, perjalanan menuju akhir penuh dengan rasa sakit, ketakutan, hingga kehilangan, karena peserta akan gugur satu demi satu di sepanjang jalan.
Kisah berfokus pada Ray Garraty, remaja yang awalnya mengikuti The Long Walk dengan semangat dan keberanian.
Tetapi, semakin jauh ia melangkah, semakin dalam pula pertanyaan yang muncul tentang arti hidup, kebebasan, serta harga yang harus dibayar ketika penderitaan dijadikan hiburan massal.
Lebih dari Sekadar Thriller
Dengan nuansa menegangkan, film ini tidak hanya menghadirkan drama survival, tetapi juga refleksi tajam mengenai kekuasaan, pengorbanan, serta sisi kelam manusia saat berhadapan dengan batas hidup dan mati.
Kini, penonton dapat menyaksikan langsung ketegangan ‘The Long Walk’ di bioskop tanah air.
Bagi pencinta film bergenre distopia dan thriller psikologis, karya ini menjadi tontonan wajib yang mengguncang emosi sekaligus membuka ruang renungan.***
