JAKARTA – Banyak yang percaya menyimpan kentang bersama bawang dapat mempercepat pembusukan. Di internet, bawang kerap dijadikan kambing hitam. Namun, menurut pakar pascapanen, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Profesor Chris Watkins dari Cornell University menegaskan bahwa menyimpan kentang di rumah cukup sederhana. Kuncinya adalah:
- Tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari.
- Gunakan kantong kertas agar sirkulasi udara terjaga.
- Hindari area panas seperti dekat radiator.
- Jangan menyimpan di sudut tertutup.
Dengan cara ini, kentang bisa bertahan lebih lama tanpa cepat busuk.
Bawang Bukan Penyebab Langsung
Watkins menjelaskan bahwa kentang dan bawang sama-sama menghasilkan etilen dalam kadar rendah. “Jadi, menyimpannya berdampingan tidak menyebabkan kentang membusuk lebih cepat karena etilen,” jelasnya.
Meski tak mempercepat pembusukan, bawang dapat memengaruhi aroma dan rasa kentang. Kentang yang disimpan di ruang tertutup bersama bawang bisa menyerap baunya, sehingga memengaruhi cita rasa saat dimasak.
Mengenal Etilen dan Dampaknya
Etilen adalah gas alami yang mempercepat pematangan buah dan sayur. Produk yang sensitif terhadap etilen—seperti kentang—dapat mengalami peningkatan laju respirasi bila terpapar berlebih, sehingga:
- Air dan nutrisi cepat hilang.
- Umur simpan berkurang.
- Produk cepat matang atau membusuk.
Meskipun bawang tak terlalu sensitif terhadap etilen, kualitasnya bisa menurun karena kehilangan bobot.
Penanganan di Sektor Distribusi
Produsen telah menerapkan langkah pencegahan untuk menjaga kualitas produk, seperti:
- Kontrol suhu dan sirkulasi udara saat pengemasan.
- Pemisahan penyimpanan berdasarkan sensitivitas etilen.
Dengan perlakuan ini, sebagian besar risiko pembusukan dini sudah diatasi sebelum sampai ke pasar.
