JAKARTA – Pada hari Kamis, Mahkamah Konstitusi (MK) Korea Selatan mengeluarkan seruan untuk segera menunjuk hakim terakhir yang tersisa guna mengisi sembilan kursi anggota majelis, demi melanjutkan persidangan pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol.
Sebelumnya, pada hari Selasa, penjabat Presiden Choi Sang-mok menunjuk dua hakim baru untuk Mahkamah Konstitusi, sebagian memenuhi tuntutan oposisi untuk mengisi tiga lowongan di panel beranggotakan sembilan orang sebelum keputusan pemakzulan Yoon.
Chun Jae-hyun, juru bicara Mahkamah Konstitusi, menyatakan, “Tidak ada perubahan dalam posisi kami yang kami harapkan penyelesaian segera Mahkamah Konstitusi untuk memastikan persidangan yang cepat,” dalam sebuah konferensi pers dilansri dari Yonhap.
Kedua hakim yang baru saja dilantik resmi memulai tugas pada hari Rabu dan diperkirakan akan segera bergabung dalam sidang pemakzulan.
Secara hukum, dibutuhkan setidaknya enam suara untuk mendukung mosi pemakzulan. Penunjukan dua hakim tersebut diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian dalam proses persidangan pemakzulan Yoon.
Pengadilan memiliki waktu hingga enam bulan untuk memutuskan apakah Yoon akan diberhentikan dari jabatannya atau dikembalikan.