JAKARTA – Luka Modric akhirnya mengucapkan selamat tinggal kepada Real Madrid setelah kontraknya resmi berakhir.
Laga kontra Paris Saint-Germain di ajang Piala Dunia Antarklub menjadi penampilan terakhirnya mengenakan seragam putih kebanggaan Los Blancos.
Kekalahan 0-4 dalam pertandingan itu sekaligus menutup babak panjang karier Modric yang cemerlang bersama klub ibu kota Spanyol.
Pemain berusia 38 tahun tersebut tidak menyembunyikan rasa harunya saat menyampaikan salam perpisahan.
Dalam pernyataan yang dirilis melalui kanal resmi klub pada Jumat (11/7/2025), Modric mengenang perjalanannya di Real Madrid sebagai salah satu fase terindah dalam hidupnya. “Sebuah babak tak terlupakan, penuh kejayaan dan kemenangan telah berakhir.
Semua yang saya alami di sini memberi kebahagiaan luar biasa,” ucapnya tulus.
Sejak didatangkan dari Tottenham Hotspur pada 2012, Modric menjelma menjadi roh lini tengah Madrid.
Total, ia mempersembahkan lima trofi Liga Champions dan puluhan gelar domestik lainnya, menjadikannya sebagai salah satu legenda sejati di Santiago Bernabeu.
Keputusan Modric untuk melanjutkan karier di AC Milan juga menjadi babak baru yang menarik untuk disimak.
Ia menyebut Madrid dan Spanyol telah menjadi rumah keduanya.
“Perjalanan panjang ini sungguh tak terlupakan, saya berkembang sebagai pemain dan manusia. Madrid dan Spanyol telah menjadi rumah kedua saya,” ujarnya lagi.
Selama lebih dari satu dekade, Modric dikenal bukan hanya sebagai jenderal lapangan tengah, tapi juga pemimpin yang rendah hati dan disegani.
Ia menyebut semua pelajaran dan pengalaman yang ia dapatkan di Madrid sebagai bekal berharga yang tak tergantikan. “Madrid telah menjadi rumah kedua saya,” ungkapnya penuh emosi.
Kepergian Modric meninggalkan kesan mendalam bagi pendukung Madrid.
Banyak yang menyebut perpisahan ini sebagai akhir dari era emas yang tak akan tergantikan.
Kini, para penggemar AC Milan menanti kontribusi sang maestro di Serie A, sementara Los Blancos bersiap membuka lembaran baru tanpa sang arsitek lini tengah mereka.***