JATIM – Anggota Polres Probolinggo tertipu belasan juta rupiah oleh pria asal Tangerang yang menyamar sebagai perwira polisi berpangkat AKP. Pelaku bernama Moses (22) menjanjikan mutasi tugas palsu dan ditangkap di Surabaya setelah aksinya terbongkar
Modus Penipuan yang Terencana
Moses, yang sehari-hari bekerja serabutan, mengenakan seragam polisi palsu untuk meyakinkan korbannya. Ia mengaku sebagai anggota kepolisian dari institusi besar seperti Mabes Polri, Polda Metro Jaya, hingga Ditreskrimsus Polda Jatim.
“Pelaku mengaku berasal dari institusi besar seperti Mabes Polri, Polda Metro Jaya, hingga Ditreskrimsus Polda Jatim,” ujar Kapolsek Tegalsari, Kompol Rizky Santoso, Jumat (23/5/2025).
Korban, seorang polisi aktif di Polres Probolinggo, tergoda dengan tawaran mutasi ke Polres Lamongan agar lebih dekat dengan keluarganya. Ia menyerahkan uang belasan juta rupiah sebagai “biaya administrasi mutasi,” namun surat mutasi resmi berupa STR (Surat Telegram Rahasia) tidak kunjung diterbitkan.
Kecurigaan Muncul, Pelaku Dibekuk
Kecurigaan mulai muncul ketika proses mutasi tak menunjukkan perkembangan. Setelah ditelusuri, Moses ternyata bukan anggota kepolisian, melainkan penipu yang menggunakan seragam dinas palsu.
“Pelaku berjanji bisa memindahkan korban dari Polres Probolinggo ke Polres Lamongan. Namun, setelah uang diberikan, korban tak kunjung memperoleh mutasi sesuai keinginan,” jelas Kompol Rizky Santoso.
Moses akhirnya ditangkap di rumah kosnya di kawasan Bratang, Gubeng, Surabaya. Dari penggeledahan, polisi menemukan empat hingga lima stel seragam polisi dari berbagai satuan, termasuk Mabes Polri dan Polda Jatim, yang dibeli secara daring dan dimodifikasi agar terlihat autentik.
Pengetahuan Mutasi dari “Teman Polisi”
Moses memiliki pemahaman cukup baik soal prosedur mutasi dan struktur kepangkatan di kepolisian, yang ia peroleh dari pergaulannya dengan anggota Polri di lingkungannya.
“Dia sengaja mencari teman polisi untuk membaca situasi, aturan, dan hal-hal yang berkaitan dengan kepolisian,” tambah Rizky.
Selain menipu anggota polisi, Moses juga menyasar warga sipil. Salah satu korbannya adalah ED (28), warga Wonokromo, Surabaya, yang merupakan teman satu komunitas gereja. Ia juga menipu korban saat Lebaran 2025 dengan menawarkan jasa penukaran uang baru. Dari Rp135 juta yang diterima, Rp95 juta tidak dikembalikan.
Penyelidikan Berlanjut
Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dari aksi penipuan Moses. “Kami sedang menyelidiki apakah ada korban lain, baik dari kalangan polisi maupun masyarakat sipil,” ujar Kompol Rizky.
Barang bukti berupa seragam polisi dan dokumen palsu telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Tips Menghindari Penipuan Serupa
Verifikasi Identitas:
Pastikan keaslian identitas pihak yang mengaku dari institusi resmi.
Waspadai Tawaran Mudah:
Proses resmi seperti mutasi biasanya melalui prosedur ketat dan tidak melibatkan pembayaran informal.
Laporkan Segera:
Jika ada tawaran mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penipuan bisa menyasar siapa saja, termasuk aparat kepolisian. Penangkapan Moses diharapkan bisa mencegah kasus serupa di masa depan.