Persahabatan mendalam antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Yordania, Abdullah II bin Al Hussein, kembali terekam dalam sebuah momen langka yang jauh dari kesan kaku protokoler kenegaraan.
Usai menggelar pertemuan bilateral di Istana Basman, Amman, Rabu (25/2/2026), Raja Abdullah II menunjukkan kedekatan personalnya dengan menyopiri langsung Presiden Prabowo menuju Pangkalan Udara Marka.
Pemandangan ini menjadi simbol kuat betapa istimewanya kunjungan kerja perdana Presiden Prabowo ke Yordania sejak Selasa lalu.
Sopir Istimewa di Jalur Menuju Bandara
Iring-iringan kenegaraan tiba di bandara sekitar pukul 13.16 waktu setempat. Yang menarik perhatian adalah saat mobil utama berhenti: Raja Abdullah II turun dari kursi pengemudi di sisi depan sebelah kiri. Dengan penuh hormat, sang Raja menunggu Presiden Prabowo yang duduk di sampingnya untuk turun, sebelum melepas keberangkatan pemimpin Indonesia tersebut menuju Uni Emirat Arab (UEA).
Momen “setir sendiri” ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan tertinggi seorang kepala negara kepada sahabat lamanya.
Sambutan F-16: “Lion One” Menyapa dari Langit
Kehangatan Yordania sebenarnya sudah dirasakan Presiden Prabowo sejak pesawat kepresidenan memasuki wilayah udara kerajaan pada Selasa malam. Begitu memasuki zona udara Yordania, dua jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Yordania langsung melakukan pengawalan ketat (escort).
Melalui frekuensi radio kokpit, sang pilot jet tempur menyampaikan pesan sambutan yang menyentuh hati langsung ke dalam pesawat kepresidenan:
“Yang Mulia Bapak Presiden, Assalamualaikum Warahmatullah. Ini dengan Lion One berbicara. Atas nama Yang Mulia Raja Abdullah II dan rakyat Yordania, kami merasa terhormat menyambut Anda. Merupakan kehormatan besar mengawal penerbangan Anda petang ini. Selamat menikmati kunjungan Anda, Ramadan Mubarak, Pak,” ucap sang pilot dari balik kemudi jet tempur.
Komitmen Berani untuk Gaza
Kunjungan ini tidak hanya berisi seremoni. Dalam pertemuan sebelumnya, Raja Abdullah II secara khusus memuji keberanian Presiden Prabowo dalam menyuarakan perlindungan bagi rakyat di Gaza dan Tepi Barat. Hubungan personal yang telah terjalin puluhan tahun antara kedua pemimpin yang sama-sama berlatar belakang militer ini kini menjelma menjadi fondasi kuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Yordania di masa depan.