Suasana tegang di pelintasan sebidang Stasiun Poris, Kota Tangerang, mendadak pecah oleh sorak sorai kemenangan pada Jumat sore (20/2/2026). Setelah hampir 12 jam berjibaku di bawah terik matahari dan tekanan waktu, puluhan tim mekanik PT KAI akhirnya berhasil menuntaskan misi evakuasi Commuter Line Bandara nomor 806A yang anjlok sejak pagi buta.
Tepat pukul 15.00 WIB, rangkaian kereta yang sempat melintang berhasil dipindahkan sepenuhnya. Namun, puncak kebahagiaan para petugas baru terlihat saat jarum jam menunjukkan pukul 16.25 WIB.
Mengenakan wearpack penuh peluh dan helm kuning pelindung, para “pejuang rel” ini berkumpul di satu titik. Mereka menahan napas saat sebuah rangkaian KRL perlahan melintasi jalur yang baru saja mereka perbaiki. Begitu roda kereta berjalan mulus, ledakan kegembiraan tak terbendung lagi.
Helm Kuning Terbang ke Angkasa
Bak prosesi wisuda yang penuh kebanggaan, salah satu petugas memberikan aba-aba keras. “Satu, dua, tiga, hooo!” teriak mereka serempak. Seketika, puluhan helm kuning terbang ke angkasa, dilempar dengan penuh semangat sebagai simbol tuntasnya sebuah tugas berat.
“Hoooo, ayo-ayo!” bunyi sorakan yang menggema di sepanjang pelintasan Poris, menggambarkan rasa lega setelah belasan jam memperbaiki tiang dan kabel Listrik Aliran Atas (LAA) yang sempat hancur.
Kembali Normal di Kedua Jalur
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi bahwa perbaikan prasarana telah mencapai tahap yang aman untuk operasional.
“Mulai pukul 16.25 WIB, perjalanan Commuter Line kembali bisa melintas di kedua jalur,” ujar Karina, dilansir dari Kompas com. Meski kedua jalur sudah bisa dilewati, tim teknis masih tetap berada di lokasi untuk melakukan normalisasi akhir guna memastikan keselamatan perjalanan kereta kembali ke level maksimal.
Hari ini, pelintasan Poris bukan hanya menjadi saksi bisu sebuah insiden, tapi juga menjadi panggung pembuktian dedikasi para petugas yang bekerja tanpa henti demi kembalinya denyut transportasi publik.