Isack Hadjar menghadirkan momen menghibur pada hari terakhir tes pra-musim pertama Formula 1 di Bahrain, Kamis lalu. Rookie Red Bull berusia 21 tahun itu secara tidak sengaja memasuki pit box Mercedes, alih-alih menuju garasi timnya sendiri.
Pembalap asal Prancis yang menjalani pekan tes pertamanya sebagai rekan setim Max Verstappen tersebut melewati pit Red Bull—yang posisinya tepat sebelum Mercedes di pit lane—dan baru menyadari kesalahan saat kru Mercedes melambaikan tangan, mengarahkannya kembali ke garasi yang benar.
Insiden ringan ini langsung mengundang gelak tawa komentator dan memicu reaksi luas di media sosial. Akun resmi Formula 1 bahkan membagikan video kejadian tersebut dengan keterangan bernada jenaka: “Kunjungan tak sengaja ke pit box Mercedes untuk Isack Hadjar. Dia bukan yang pertama dan tidak akan jadi yang terakhir!”
Bayang-Bayang Insiden di Barcelona
Momen lucu di Bahrain ini terjadi hanya beberapa minggu setelah Hadjar mengalami insiden yang jauh lebih serius saat tes tertutup di Barcelona pada akhir Januari.
Pada hari kedua pengujian, ia kehilangan kendali atas mobil RB22 di Tikungan 14 dalam kondisi lintasan basah, tepat ketika beralih dari ban basah penuh ke ban intermediate. Mobilnya terpelintir mundur dan menghantam pembatas, menyebabkan kerusakan signifikan pada sayap belakang serta suspensi.
Akibat kecelakaan tersebut, Red Bull terpaksa menghentikan sesi tes selama dua hari karena harus menunggu suku cadang dikirim dari Milton Keynes. Hal ini juga menunda jadwal pengujian Max Verstappen. Laporan menyebutkan kerusakan mencapai sekitar 514 ribu dolar AS, yang dibebankan pada anggaran batas biaya tim untuk musim 2026.
Dalam wawancara dengan Sky Sport Germany, Hadjar mengaku sempat merasa cemas akan masa depannya di tim.
“Saya langsung teringat Pierre Gasly,” ujarnya, merujuk pada pembalap Prancis yang sempat diturunkan dari Red Bull ke Toro Rosso pada 2019.
“Saya membaca komentar-komentar dan berpikir, ‘Musim saya selesai.’ Itulah yang sempat terlintas di kepala saya.”
Optimisme dari Proyek Mesin Baru
Terlepas dari awal yang berat, Hadjar menemukan alasan untuk optimistis selama tes di Bahrain, terutama terkait unit tenaga terbaru Red Bull yang dikembangkan secara internal bersama Ford.
Menurutnya, performa mesin tersebut jauh melampaui ekspektasinya.
“Ini jauh lebih baik dari yang saya bayangkan,” ujarnya kepada wartawan.
“Tahun lalu, kesannya menjelang akhir musim tidak terlalu positif. Bahkan di dalam tim, ada ketidakpuasan. Tapi di Barcelona, pada hari pertama saya langsung mencatat sekitar 110 lap. Itu kejutan yang sangat positif.”
Red Bull menuntaskan lebih dari 300 lap selama tes pertama di Bahrain. Direktur teknis Pierre Wache memuji divisi unit tenaga mereka yang disebutnya sebagai proyek “start-up”, yang mampu menghasilkan mesin kompetitif hanya dalam waktu tiga setengah tahun.
Tes pra-musim kedua di Sirkuit Internasional Bahrain dijadwalkan berlangsung pada 18–20 Februari, sebelum balapan pembuka musim Grand Prix Australia pada 8 Maret.
