JAKARTA – Kejuaraan Dunia MotoGP 2026 siap menghadirkan musim panjang penuh persaingan, dimulai di Buriram, Thailand, pada 27 Februari–1 Maret dan berakhir di Valencia, Spanyol, pada 20–22 November. Kalender balapan mencakup lintasan di Asia, Amerika, Eropa, hingga Asia-Pasifik, menjadikannya salah satu musim paling padat dalam sejarah MotoGP.
Seri pembuka di Thailand akan dilanjutkan ke Brasil dan Amerika Serikat, sebelum berlanjut ke Qatar dan Spanyol pada April. Mei menjadi bulan sibuk dengan tiga seri beruntun di Prancis, Catalunya, dan Italia. Musim panas Eropa menghadirkan tantangan di Hungaria, Ceko, Belanda, Jerman, Inggris, dan Spanyol, sebelum memasuki fase krusial di San Marino dan Austria pada September.
Puncak ketegangan hadir pada Oktober melalui rangkaian Asia–Pasifik. Setelah Motegi, Jepang, para pembalap akan menuju Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, pada 9–11 Oktober. Posisi strategis Mandalika di antara seri Jepang dan Australia menjadikannya berpotensi sebagai ajang penentuan gelar juara dunia.
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menegaskan, “Dengan jadwal 9–11 Oktober 2026, Mandalika berpeluang menjadi tempat penguncian gelar juara dunia MotoGP 2026. Seperti musim lalu, Pertamina Grand Prix of Indonesia hampir menjadi ajang penobatan juara dunia.”
Selain balapan, Mandalika menghadirkan Mandalika Experience berupa parade pembalap, taxi ride, hingga festival kuliner dan budaya lokal. Panorama laut biru dan perbukitan hijau pesisir Lombok menjadikan sirkuit ini salah satu ikon MotoGP.
Dalam empat musim terakhir, juara seri Mandalika selalu berganti: Miguel Oliveira (2022), Francesco Bagnaia (2023), Jorge Martin (2024), dan Fermín Aldeguer (2025). Menariknya, Marc Marquez belum pernah finis di balapan utama Mandalika, menjadi tantangan tersendiri bagi sang juara dunia delapan kali.
