JAKARTA – MotoGP akan kembali digelar di Brasil pada 2026, tepatnya di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, pada 20–22 Maret. Sirkuit legendaris ini terakhir kali menjadi tuan rumah kejuaraan dunia balap motor pada 1987–1989, sementara kunjungan terakhir MotoGP ke Brasil berlangsung pada 2004 di Jacarepagua, Rio de Janeiro.
Modernisasi lintasan Goiania kini tengah berlangsung dengan jadwal yang padat. Meski pekerjaan sempat mengalami sedikit keterlambatan, Federasi Motor Internasional (FIM) dan promotor MotoGP, Dorna Sports, menegaskan penyelenggaraan balapan tidak terancam.
Paul Duprac, Direktur Olahraga Komisi Lintasan FIM, menuturkan tim di lapangan bekerja tanpa henti untuk memenuhi tenggat waktu.
“Jadwalnya memang sangat ketat dan tim kerja di lapangan bekerja tanpa lelah untuk menyelesaikannya tepat waktu,” kata Duprac, dikutip GrandePremio.com.br, Selasa (30/12/2025).
Ia menambahkan, FIM memantau perkembangan secara intensif melalui laporan mingguan berupa video dan foto.
“Kami memiliki perwakilan dari FIM yang memantau perkembangan pekerjaan dengan sangat cermat. Kami menerima video dan foto mingguan yang menginformasikan kepada kami tentang kemajuan pekerjaan. Video terbaru menunjukkan kepada kami bahwa lapisan aspal pertama telah dipasang. Jalan akses telah disiapkan dan sebagian besar pembatas telah dipasang,” ujarnya.
Duprac memastikan perangkat keselamatan seperti pagar pembatas dan perlengkapan lain sudah dipesan dari berbagai produsen.
“Ya, jadwalnya sangat padat, tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat ini,” tegasnya.
Selain lintasan, sejumlah fasilitas pendukung juga diperbarui. Area paddock akan dilengkapi layar privasi di Medical Centre, sementara pintu garasi diperlebar. Pemerintah negara bagian Goias mengalokasikan investasi sekitar 55 juta real (Rp168 miliar) untuk proyek modernisasi ini.
Dalam catatan sejarah, Goiania pernah melahirkan juara seperti Wayne Gardner (1987), Eddie Lawson (1988), dan Kevin Schwantz (1989). Grand Prix Brasil juga sempat digelar di Interlagos pada 1992, dimenangkan Wayne Rainey. Sementara di Rio de Janeiro, Valentino Rossi tercatat sebagai pembalap tersukses dengan enam kemenangan sepanjang 1995–2004.