JAKARTA – Real Madrid membuka peluang ke fase grup Liga Champions setelah menaklukkan Benfica 1-0 di Stadion Da Luz, Lisbon, Rabu (18/2) dini hari WIB.
Satu-satunya gol dicetak Vinicius Jr lewat aksi menawan di babak kedua yang kemudian disertai selebrasi tarian di depan suporter tuan rumah.
Selebrasi tersebut ternyata memicu reaksi keras dari para pemain Benfica. Vinicius terlihat beradu kata dengan Gianluca Prestianni dan segera melapor ke wasit atas dugaan komentar bernada rasis.
Laga pun terhenti selama 11 menit di tengah suasana stadion yang memanas.
Dalam jeda itu, pelatih Benfica Jose Mourinho tampak turun tangan berbicara langsung dengan Vinicius dan beberapa pemain Real Madrid lainnya, termasuk Kylian Mbappé.
Seusai pertandingan, Mourinho memberikan komentarnya kepada Amazon Prime. Ia mengatakan:
“Seharusnya itu menjadi momen paling gila dalam pertandingan—gol luar biasa di laga yang bagus… para pemain berbakat mampu melakukan hal-hal indah seperti itu.”
“Tapi sayangnya dia [Vinicius] tidak cukup puas setelah mencetak gol luar biasa tersebut, dan laga belum selesai. Ketika mencetak gol semacam itu, sebaiknya dirayakan dengan cara yang lebih menghormati,” ungkap Mourinho dikutip dari The Independent.
Ketika ditanya apakah perayaan Vinicius memprovokasi pemain dan suporter Benfica, mantan pelatih Real Madrid itu menjawab:
“Ya, saya percaya begitu. Tentang kata-kata yang mereka tukar, antara Prestianni dan Vinicius, saya ingin tetap independen. Saya tak mau mengomentarinya,” lanjutnya
Mourinho juga menjelaskan isi pembicaraannya dengan Vinicius di tengah jeda laga.
“Saya bilang padanya, kalau kamu mencetak gol sehebat itu, cukup rayakan dan berjalan kembali,” tambah Mourinho.
“Dan ketika dia berdebat soal rasisme, saya katakan padanya bahwa sosok terbesar dalam sejarah klub ini adalah orang kulit hitam. Klub ini, hal terakhir yang bisa disebut darinya adalah rasis. Jadi jika dia berpikir ada kaitannya dengan itu, inilah Benfica.”
Namun, Mourinho juga menyebut insiden seperti itu bukan pertama kali dialami Vinicius.
“Ada yang salah karena hal ini terjadi di setiap stadion. Di setiap stadion tempat Vinicius bermain, pasti ada kejadian. Selalu.”
Komentar Mourinho memicu gelombang reaksi dari para analis dan legenda sepak bola yang hadir di studio Amazon Prime, seperti Wayne Rooney, Clarence Seedorf, dan Theo Walcott.
Rooney menilai pernyataan Mourinho tidak adil.
“Dia bilang ingin bersikap netral, tapi menurut saya sangat tidak adil apa yang dia katakan tentang Vinicius.”
Sementara itu, Clarence Seedorf menilai pelatih asal Portugal itu membuat kesalahan besar.
“Saya pikir dia [Jose Mourinho] masih terbawa emosi. Saya rasa dia membuat kesalahan besar hari ini dengan seolah-olah membenarkan pelecehan rasial, dan saya tidak mengatakan itu benar-benar terjadi hari ini, tapi ia menyebutkan sesuatu yang lebih luas.”
“Dia berkata di mana pun Vinicius bermain hal ini terjadi, seolah-olah mengatakan jika Vinicius memprovokasi, maka boleh bersikap rasis — dan saya pikir itu sangat salah. Kita tidak boleh, sama sekali tidak boleh, membenarkan pelecehan rasial.”
Theo Walcott menambahkan bahwa Mourinho seharusnya tidak berbicara malam itu.
“Itu satu-satunya waktu di mana kita seharusnya tidak mendengar darinya [Mourinho], malam ini dia seharusnya tidak ada di depan kamera.”
Kontroversi ini tidak hanya menandai ketegangan di lapangan, tetapi juga membuka kembali perdebatan luas tentang ekspresi pemain, etika selebrasi, dan isu rasisme yang masih menghantui sepak bola Eropa.***