NAPLES, ITALIA – Pertarungan sengit pekan kedelapan Liga Italia 2025-2026, Napoli berhasil membalikkan tekanan dengan kemenangan telak 3-1 atas Inter Milan di Stadion Diego Armando Maradona, Minggu dini hari WIB. Kemenangan ini tak hanya mengakhiri tren buruk Partenopei, tapi juga memicu ledakan emosi dari pelatih Antonio Conte yang tak segan menyindir mantan timnya secara pedas.
Laga yang penuh tensi ini menjadi sorotan utama Serie A musim ini, di mana Napoli, yang sempat dilanda badai cedera, menunjukkan mental juara. Inter Milan, yang datang dengan ambisi memburu poin penuh, justru terpeleset setelah gagal memanfaatkan peluang emas. Gol-gol cepat dari skuad Conte membuat Nerazzurri kewalahan, meski sempat membalas lewat tendangan akurat Hakan Calhanoglu.
Kronologi pertandingan dimulai dengan keunggulan Napoli ketika Kevin De Bruyne membuka skor dengan tendangan jarak jauh yang tak tertahankan. Babak kedua semakin memanas: Scott McTominay menambah keunggulan melalui sundulan header dari umpan silang, sebelum Calhanoglu menyamakan kedudukan sementara via eksekusi penalti. Namun, Andre-Frank Zambo Anguissa memastikan kemenangan dengan gol ketiga, memanfaatkan serangan balik cepat.
Kemenangan ini krusial bagi Napoli, yang kini naik ke posisi tiga besar klasemen sementara Serie A 2025-2026 dengan akumulasi 16 poin dari delapan laga. Sebaliknya, Inter Milan tertahan di peringkat kedua dengan 17 poin, meski masih unggul selisih gol. Statistik menunjukkan dominasi Napoli dengan penguasaan bola 52 persen, 14 tembakan tepat sasaran, dan tiga gol bersih—cerminan strategi Conte yang fokus pada transisi cepat dan pressing tinggi.
Pasca-pertandingan, Conte tak menyembunyikan kekecewaannya terhadap Inter, yang ia latih selama tiga musim (2019-2021). Dalam wawancara dengan Football Italia, pelatih berusia 56 tahun itu emosional hingga terlibat adu argumen di pinggir lapangan. Ia menyindir Inter dengan keras, merujuk pada situasi Napoli yang terpuruk akibat cedera massal.
Ia melanjutkan, “Tapi, kami tidak punya keinginan untuk mati. Di antara tumpukan masalah ini, kami menunjukkan performa yang hebat.” Pernyataan ini langsung memicu perdebatan di kalangan suporter, dengan banyak yang memuji ketangguhan Napoli di bawah asuhan Conte sejak ia bergabung Januari 2025.
Dari kubu Inter, pelatih Simone Inzaghi mengakui kekalahan ini sebagai pelajaran berharga, meski menolak komentar Conte. “Kami punya peluang, tapi finishing kami kurang tajam hari ini,” ujarnya singkat. Pertemuan kedua tim di musim ini dijadwalkan Februari 2026 di San Siro, yang diprediksi bakal lebih panas.
Kemenangan Napoli vs Inter Milan ini tak hanya mengubah dinamika puncak klasemen Serie A, tapi juga membuktikan bahwa Conte masih punya dendam manis terhadap Nerazzurri. Bagi penggemar sepak bola Italia, laga ini menjadi pengingat betapa kompetitifnya kompetisi tahun ini, dengan Napoli bangkit sebagai penantang gelar sejati.