TAPANULI SELATAN – Pascabencana banjir bandang dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November lalu, pemerintah menegaskan kehadiran negara melalui langkah cepat penanganan darurat, pemulihan wilayah, serta perlindungan sosial bagi warga terdampak, termasuk di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Komitmen tersebut dirasakan langsung masyarakat Desa Batu Hula, Tapanuli Selatan, salah satunya oleh Artika, remaja setempat yang menyebut bantuan pemerintah hadir sejak hari-hari awal bencana melanda wilayahnya.
“Semenjak dari awal bencana sudah datang bantuan-bantuan dari negara,” ujar Kartika saat menghadiri malam pergantian tahun baru di Desa Batu Hula, Tapanuli Selatan, Rabu (31/12).
Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian berkelanjutan terhadap penyintas bencana, terutama melalui layanan dasar yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
“Terima kasih atas semua bantuan yang diberikan, dari posko kesehatan, posko makanan,” lanjut dia.
Di tengah proses pemulihan, Artika masih menyimpan harapan besar agar aktivitas pendidikan di wilayahnya kembali normal sehingga anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman.
Harapan itu mulai terjawab setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa sekitar 95 persen sekolah terdampak bencana di Sumatra Utara telah pulih dan siap digunakan untuk memulai semester genap pada 5 Januari 2026 berkat kerja cepat pemerintah serta kolaborasi relawan dan masyarakat.
Kesaksian senada juga datang dari Siska, warga Perkebunan Batang Toru PTPN IV Regional I, yang menilai kondisi desanya perlahan membaik dan berharap pemulihan pascabencana segera rampung.
“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah, yaitu salah satunya bapak Presiden Prabowo, karena telah menyalurkan dana ke desa-desa yang terkena musibah. Semoga desa-desa yang terkena musibah, bisa terbangun kembali,” jelas Siska.***
