Nasib bak bumi dan langit tengah menyelimuti garasi Scuderia Ferrari. Di saat Lewis Hamilton merayakan kemenangan perdana yang luar biasa bersama tim Kuda Jingkrak, rekan setimnya, Charles Leclerc, justru harus menelan pil pahit. Pembalap asal Monako itu terpaksa menyudahi balapan secara prematur hanya empat lap sebelum bendera finis berkibar.
Hasil minor di GP Spanyol ini memperpanjang tren negatif Leclerc dalam beberapa pekan terakhir setelah sebelumnya juga sempat mengalami kecelakaan beruntun di akhir pekan balap Miami dan Monako.
Kronologi Kegagalan Sistem: Setir Mati Mendadak
Padahal, Leclerc sudah melakukan aksi kejar (recovery drive) yang sangat impresif. Akibat kecelakaan di sesi kualifikasi (Q3) hari Sabtu yang membuatnya harus start dari posisi ke-10, ia berhasil merangkak naik hingga posisi ke-6.
Namun, saat finis sudah di depan mata, komponen power steering dan sistem pengereman elektronik pada mobilnya mendadak lumpuh total.
“Sistem BBW (Brake-by-Wire) saya rusak, dan saya tidak punya power steering lagi. Saat berada di Tikungan 2, tiba-tiba setir menjadi sangat berat dan mati. Di situlah balapan saya berakhir,” ungkap Leclerc pasrah.
Kian Tertinggal dan Isyarat Jadi “Anak Emas” Kedua
Kini, Leclerc tertahan di posisi keempat klasemen sementara F1 2026 dengan raihan 75 poin—tertinggal 40 angka dari Hamilton.
Mengingat sejarah panjang Ferrari yang hampir selalu menerapkan hierarki ketat “Pembalap Nomor 1 dan Nomor 2” saat berburu gelar juara dunia, Leclerc tampaknya harus rela mengalah demi Hamilton. Ironisnya, situasi ini terjadi hanya berselang beberapa pekan setelah Leclerc menandatangani perpanjangan kontrak bernilai fantastis dengan tim asal Maranello tersebut.
Sinyal tunduknya Leclerc sudah terlihat di lintasan Spanyol. Menggunakan strategi ban yang berbeda, Leclerc sama sekali tidak memberikan perlawanan saat Hamilton yang baru keluar dari pit berada tepat di belakangnya.
“Saya tidak ingin mengambil kredit apa pun untuk balapan hari ini. Lewis dan tim melakukan pekerjaan luar biasa dan layak menang. Tentu saja saya bisa saja menahan Lewis untuk dua atau tiga tikungan, tapi itu tindakan yang sangat bodoh,” ujar Leclerc.
“Lewis menang dengan selisih luar biasa, 20 detik. Dia tampil luar biasa dalam tiga pekan terakhir dan dia sangat layak mendapatkan semua ini,” lanjutnya.
Misi Bangkit dari Rentetan Masalah Teknis
Sadar posisinya mulai tersudut oleh performa apik sang juara dunia 7 kali, Leclerc bertekad untuk segera berbenah dan mengembalikan kepercayaan dirinya di atas mobil Ferrari SF-26.
“Sekarang semua tergantung pada saya untuk menaikkan level permainan dan menemukan kembali kepercayaan diri dengan mobil ini. Harus diakui, empat pekan terakhir bukanlah akhir pekan yang bersih secara teknis bagi saya. Kami menghadapi banyak masalah. Saya hanya berharap bisa mendapatkan balapan yang bersih berikutnya, menemukan ritme kembali, dan bertarung lagi di barisan depan,” pungkas Leclerc optimistis.