Pemerintah Indonesia telah memulai pencairan empat program bantuan sosial (bansos) tunai secara bertahap di berbagai wilayah pada akhir Oktober hingga November 2025. Program-program tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra), dan BLT Dana Desa yang menyasar jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data terbaru per 1 November 2025, pencairan BLT Kesra senilai Rp900.000 telah resmi dimulai pada 31 Oktober 2025 dan berlanjut merata di berbagai daerah. Bantuan ini merupakan bagian dari 17 kebijakan ekonomi pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban masyarakat.
Pencairan BLT Kesra sebesar Rp900.000 telah terkonfirmasi masuk ke rekening penerima di Bank BRI dan BNI pada malam 31 Oktober 2025. Program ini menyasar 35.046.783 keluarga penerima manfaat dengan dana yang diberikan sekaligus untuk tiga bulan (Oktober-Desember) dengan nilai Rp300.000 per bulan.
Sementara itu, PKH Tahap 4 untuk periode Oktober-Desember 2025 juga mulai dicairkan melalui Bank Himbara. Program ini memberikan bantuan bervariasi mulai dari Rp900.000 untuk siswa SD hingga Rp3.000.000 untuk ibu hamil dan anak usia dini per tahun.
BPNT Tahap 4 turut dicairkan bersamaan dengan nominal Rp200.000 per bulan atau total Rp600.000 untuk tiga bulan terakhir 2025. Dana ini diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang hanya dapat digunakan di e-warong atau agen pangan yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial.
Penyaluran Bertahap Melalui Bank dan PT Pos
Koordinator Bidang Perekonomian mengonfirmasi bahwa penyaluran BLT Kesra dilakukan melalui Bank Himbara (BNI, BRI, BTN, Mandiri, BSI) dan PT Pos Indonesia. Berdasarkan pola sebelumnya, Bank BSI biasanya lebih cepat mencairkan dana dibandingkan bank Himbara lainnya, diikuti Bank Mandiri, BRI, dan terakhir BNI.
BLT Dana Desa juga mulai dicairkan pada November 2025 dengan nilai Rp300.000 per bulan untuk periode Oktober-Desember, sehingga total mencapai Rp900.000 per keluarga. Program ini khusus menyasar keluarga kurang mampu di wilayah pedesaan yang terdaftar dalam kemiskinan ekstrem.
Pencairan dilakukan secara bertahap berdasarkan wilayah: Sumatera (1-7 November), Jawa (5-15 November), Kalimantan dan Sulawesi (10-20 November), serta Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua (15-25 November 2025). Pemerintah juga menyediakan bantuan tambahan berupa beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter yang akan disalurkan kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat pada Oktober dan November 2025.
