KARANGANYAR – Kisah mengharukan datang dari pelaku usaha kecil di Desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, yang merasakan dampak nyata program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap peningkatan ekonomi keluarga.
Di balik kepulan asap tungku dan aroma kedelai yang direbus sejak dini hari, Sukinem (67) tetap setia menggerakkan usaha tahu miliknya yang diberi nama “Ngudi Rejeki” dengan penuh ketekunan.
Perjalanan bisnisnya bukan hasil instan, melainkan proses panjang sejak 1997 ketika ia hanya membantu saudaranya mengangkut tahu ke pasar demi bertahan hidup.
“Awalnya bawa satu ember-satu ember ke pasar,” kenangnya pelan, ditulis Sabtu (18/4).
Pengalaman sederhana itu kemudian membentuk keyakinannya hingga akhirnya pada 2003 ia berani membuka usaha sendiri dengan peralatan terbatas di rumahnya.
Seiring waktu, usaha tersebut berkembang dan kini mampu memproduksi berbagai jenis tahu seperti tahu putih, tahu goreng asin, tahu bulat, tahu bakso, hingga tahu sayur.
Meski banyak varian, tahu pong dan tahu putih tetap menjadi produk unggulan yang paling banyak diminati pelanggan.
Namun perjalanan bisnis itu tidak selalu berjalan mulus karena sebelumnya omzet harian hanya berkisar Rp4 juta yang menjadi batas tipis antara bertahan dan berkembang.
Perubahan signifikan mulai terasa saat Sukinem terlibat sebagai pemasok dalam program MBG yang meningkatkan permintaan secara drastis.
Kini dalam satu kali pengiriman, ia mampu menyuplai antara 7.000 hingga 9.000 biji tahu setiap hari ke berbagai dapur MBG.
Volume produksi pun melonjak dari sekitar 2,5 kuintal menjadi hampir 4 kuintal per hari.
Dampak paling terasa terlihat dari peningkatan omzet yang kini mendekati Rp8 juta per hari.
“Lumayan lah, untuk orang produksi sangat kecil ini, sangat tertolong,” ujarnya dengan nada syukur.
Saat ini Sukinem telah memasok ke tujuh dapur MBG yang tersebar di Sragen dan Karanganyar dengan pesanan yang relatif stabil.
Jenis tahu kempong dan tahu sayur menjadi produk yang paling sering dipesan karena fleksibel untuk berbagai menu makanan bergizi.
Di balik peningkatan angka produksi dan omzet, tersimpan kerja keras tanpa henti dari sosok lansia yang tetap tangguh mengelola usahanya.
Saat ditanya soal harapan, Sukinem hanya mampu mengungkapkan rasa terima kasih dengan penuh haru.
“Terimakasih Pak Prabowo, saya sudah dibantu, usaha saya bisa lancar,” ucapnya terbata.
Air mata pun tak terbendung saat ia merasakan perubahan besar dalam kehidupannya berkat peluang yang datang melalui program pemerintah.
Kisah Sukinem menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan kesempatan yang tepat mampu mengubah nasib pelaku usaha kecil menjadi lebih sejahtera.***