JAKARTA – Angin segar datang dari jalur energi global setelah Selat Hormuz kembali dibuka oleh Iran, membuka peluang bagi dua kapal milik PT Pertamina International Shipping untuk melanjutkan pelayaran yang sempat tertunda.
Dua armada tersebut yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk Arab kini mulai bersiap menembus jalur vital perdagangan energi dunia.
Keputusan pembukaan jalur strategis ini menjadi sinyal positif bagi kelancaran distribusi energi, khususnya bagi Indonesia yang mengandalkan stabilitas rantai pasok minyak dan gas dari kawasan tersebut.
Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, menegaskan bahwa persiapan pelayaran kini dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan mitigasi risiko yang ketat.
“Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontingensi,” ujar Vega dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4).
Ia menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada aspek teknis pelayaran, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan sesuai prosedur internasional.
Langkah koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam upaya diplomasi dengan otoritas terkait di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, komunikasi juga dijalin dengan pihak asuransi, pengelola kapal, pemilik muatan, hingga otoritas pelabuhan setempat guna memastikan seluruh izin pelayaran terpenuhi tanpa hambatan.
“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” tegas Vega.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus mengintensifkan komunikasi dengan pemerintah Iran demi mempercepat proses pelayaran kapal-kapal nasional.
Ia mengungkapkan bahwa hasil koordinasi tersebut menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan adanya sinyal positif dari pihak Iran.
“Kami berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut.”
“Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi dalam negeri tetap terjaga,” pungkas Anggia.***