Banjarmasin – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin mengusulkan penutupan Operasi SAR kecelakaan helikopter Super Puma H-225 yang jatuh di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Minggu (8/11/2026). Seluruh tiga orang yang berada di dalam helikopter tersebut berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Dari total korban, dua orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan satu orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Dua korban selamat diketahui bernama Hugh Andrew John Page dan M. John Betterridge, yang merupakan pilot berkewarganegaraan Australia.
Sementara itu, korban meninggal dunia bernama Yayan Supyansuri (39), yang bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO).
Proses evakuasi korban terakhir dilakukan pada pukul 18.08 WITA melalui penyelaman. Operasi tersebut melibatkan satu personel penyelam Basarnas dan tiga penyelam dari potensi SAR. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa menuju Puskesmas Janamas, Kalimantan Tengah.
Sebelum proses evakuasi berlangsung, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu menggelar pengarahan atau briefing pada pukul 17.50 WITA. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan, sekaligus menentukan metode pencarian serta evakuasi yang efektif.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, tim melaksanakan debriefing pada pukul 18.25 WITA sekaligus menutup rangkaian operasi. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Sementara itu, Tim Rescue Kantor SAR Banjarmasin melakukan perjalanan kembali ke kantor.
Basarnas Apresiasi Kerja Tim SAR Gabungan
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat yang telah membantu proses pencarian dan evakuasi korban.
Menurutnya, keberhasilan menemukan dan mengevakuasi seluruh korban merupakan hasil kerja sama serta koordinasi berbagai pihak, terutama personel penyelam yang terlibat langsung dalam proses evakuasi.
“Keberhasilan evakuasi seluruh korban merupakan hasil kerja sama, sinergi, dan koordinasi yang baik dari seluruh unsur SAR gabungan. Kami mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh personel yang telah melaksanakan tugas kemanusiaan ini, khususnya para penyelam yang terlibat langsung dalam proses evakuasi korban.”
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah satu korban. Di sisi lain, Basarnas bersyukur dua korban lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
“Meski dalam operasi ini terdapat satu korban yang ditemukan meninggal dunia, kami bersyukur dua korban lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkap I Putu Sudayana.
Libatkan Berbagai Unsur dan Peralatan SAR
Operasi pencarian dan pertolongan ini melibatkan sejumlah instansi, antara lain Basarnas Banjarmasin, Polda Kalimantan Selatan, Korem Antasari, Lanal Banjarmasin, Lanud Sjamsudin Noor, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD Kapuas, BPBD Barito Kuala, Kodim Barito Kuala, Polair Polda Kalimantan Selatan, Polres Barito Kuala, serta potensi SAR lainnya.
Dalam proses pencarian dan evakuasi, tim gabungan mengerahkan berbagai sarana dan peralatan, seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), mobil penyelamat, perahu karet, perlengkapan penyelamatan di air, alat komunikasi, Aqua Eye, serta peralatan selam dan perlengkapan pendukung lainnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban dan selesainya proses evaluasi bersama unsur yang terlibat, Operasi SAR kecelakaan helikopter Super Puma H-225 di perairan Sungai Barito dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.
Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas pencarian dan pertolongan secara profesional, modern, dan teruji dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.