JAKARTA – Menyambut Iduladha, umat Muslim tengah bersiap melaksanakn ibadah kurban. Namun, di balik prosesi penyembelihan hewan, ada hal penting yang sering luput dari perhatian, yaitu warna pakaian panitia kurban.
Seorang pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengingatkan bahwa warna mencolok seperti merah terang, kuning neon, dan oranye dapat menimbulkan stres pada hewan kurban seperti sapi dan kambing.
“Warna-warna mencolok memberikan rangsangan visual yang kuat dan bisa membuat hewan merasa terganggu atau terancam,” jelas pakar tersebut.
Mengapa Warna Mencolok Berbahaya?
Hewan ternak memiliki kemampuan melihat kontras warna. Warna yang terang atau tidak alami bagi mereka bisa memicu reaksi panik. Jika hewan merasa tidak aman, resiko mereka memberontak, melompat, atau melukai diri sendiri dan panitia menjadi lebih besar.
Rekomendasi Warna Baju Saat Kurban
Untuk menjaga ketenangan hewan selama proses kurban, pakar IPB menyarankan panitia mengenakan pakaian berwarna:
- Putih
- Abu-abu
- Cokelat tanah
- Hijau tua
Warna-warna ini cenderung tidak menarik perhatian dan menciptakan suasana yang lebih tenang di sekitar hewan.
Kurban Bukan Sekadar Prosedur, Tapi Etika
Imbauan ini menjadi bagian dari edukasi teknis pelaksanaan kurban yang ideal—tidak hanya berdasarkan syariat, tetapi juga mengedepankan aspek etologi (perilaku hewan), keamanan, dan kepedulian terhadap makhluk hidup.
Mengenakan baju yang tepat adalah bentuk kesadaran dan empati terhadap hewan kurban, agar ibadah yang dilakukan mencerminkan kasih sayang dan kehati-hatian, bukan semata rutinitas.
Jika Anda terlibat dalam kepanitiaan kurban atau berada dekat dengan lokasi penyembelihan, perhatikan pakaian Anda. Pilihan warna sederhana bisa berdampak besar terhadap keselamatan, kenyamanan hewan, dan kelancaran ibadah.
Jika kamu ingin infografik, panduan berpakaian, atau teks poster untuk dibagikan di masjid atau lingkungan, saya bisa bantu juga.