JAKARTA – Palestina kembali mencatatkan milestone bersejarah di panggung internasional. Pada Senin (2/6/2025), Organisasi Buruh Internasional (ILO), badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), resmi menaikkan status Palestina menjadi pengamat nonanggota.
Keputusan ini menjadi tonggak penting, menandai perubahan status Palestina untuk pertama kalinya dalam setengah abad, dari sebelumnya hanya diakui sebagai gerakan pembebasan nasional.
Keputusan Bersejarah di Jenewa
Konferensi Buruh Internasional ke-113 di Jenewa, Swiss, menjadi saksi momen krusial ini. Melalui konsensus di Komite Umum, status baru Palestina disahkan, menyelaraskan posisi ILO dengan badan PBB lain seperti UNESCO dan WHO. Langkah ini merupakan buah dari Resolusi Majelis Umum PBB ES-10/23 pada Mei 2024, yang memperkuat pengakuan terhadap hak-hak Palestina di forum global.
Palestina Kini memiliki Hak Istimewa
- Menyampaikan pernyataan di bawah semua agenda ILO.
- Mengajukan proposal untuk mendukung kepentingan rakyat Palestina.
- Berpartisipasi penuh dalam semua pertemuan bersama delegasi tripartit (pemerintah, pekerja, dan pengusaha).
- Menominasikan delegasi ke Biro Konferensi mulai tahun 2026.
“Langkah ini menunjukkan komitmen ILO untuk mendukung hak-hak pekerja Palestina dan memperkuat posisi mereka di panggung internasional,” demikian pernyataan resmi dari rapat tersebut.
Kenaikan status ini bukan sekadar formalitas. Bagi Palestina, ini adalah kemenangan diplomatik yang memperluas ruang gerak mereka di forum internasional. Dengan hak untuk berbicara dan mengusulkan kebijakan, Palestina dapat lebih vokal menyuarakan isu-isu seperti kondisi kerja di wilayah pendudukan, diskriminasi tenaga kerja, dan pelanggaran hak asasi manusia.
Lebih dari itu, status baru ini memperkuat legitimasi Palestina sebagai entitas yang diakui dunia. Meski belum menjadi negara anggota penuh PBB, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa komunitas internasional semakin mendukung perjuangan mereka.
“Keputusan ini adalah pengakuan atas hak rakyat Palestina untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan,” ujar seorang delegasi Palestina di Jenewa.
Dampak bagi Palestina dan Dunia
Peningkatan Pengaruh Diplomatik
Status pengamat memungkinkan Palestina untuk lebih aktif dalam diskusi global tentang hak buruh dan keadilan sosial. Ini juga memperkuat posisi mereka dalam negosiasi internasional, terutama di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Israel.
Sorotan pada Kondisi Pekerja Palestina
Dengan hak untuk mengajukan proposal, Palestina dapat mendorong ILO untuk menangani isu-isu mendesak seperti pengangguran, eksploitasi tenaga kerja, dan dampak pendudukan Israel terhadap ekonomi lokal.
Langkah Menuju Pengakuan Penuh
Kenaikan status ini bisa menjadi batu loncatan menuju pengakuan lebih luas di badan-badan PBB lainnya, mendekatkan Palestina pada status negara berdaulat.
Latar Belakang dan Tantangan
Meski merupakan kemenangan, perjuangan Palestina masih menghadapi tantangan besar. Israel terus melanjutkan pembangunan permukiman di wilayah pendudukan, yang dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional. Artikel terkait di iNews menyebutkan bahwa Israel baru-baru ini membangun 22 permukiman Yahudi di tanah Palestina, memicu kecaman global.
Di sisi lain, dukungan internasional terhadap Palestina terus menguat. Lebih dari 135 negara telah mengakui Palestina sebagai negara, meskipun statusnya di PBB masih sebagai “entitas non-negara” tanpa hak suara penuh. Dengan kenaikan status di ILO, Palestina kini memiliki platform tambahan untuk memperjuangkan hak-hak mereka.
Keputusan ILO ini membuka babak baru bagi Palestina di kancah global. Mulai 2026, delegasi Palestina akan dapat mengirimkan perwakilan resmi ke Biro Konferensi ILO, memberikan mereka pengaruh lebih besar dalam pengambilan keputusan. Namun, tantangan terbesar tetap pada implementasi hak-hak baru ini di tengah tekanan geopolitik dan konflik yang belum usai.
Langkah ini juga menjadi pengingat bagi dunia bahwa perjuangan Palestina bukan hanya soal politik, tetapi juga tentang keadilan sosial dan hak asasi manusia. Dengan dukungan komunitas internasional yang semakin solid, Palestina terus melangkah menuju pengakuan penuh dan kemerdekaan yang telah lama mereka perjuangkan.