JAKARTA – Musim panen zaitun di Palestina kembali diwarnai kekerasan, saat pemukim Israel menyerang petani lokal.
Kantor PBB untuk urusan kemanusiaan OCHA mencatat 71 serangan di Tepi Barat selama 7-13 Oktober 2024.
Serangan brutal itu melanda 27 desa, menyebabkan korban luka dan merusak rumah serta lahan pertanian warga.
Aksi kekerasan mencakup pencurian hasil panen, peralatan tani, hingga perusakan pohon zaitun produktif.
Setiap musim panen, petani Palestina menghadapi ancaman ganda dari pemukim dan tentara Israel bersenjata.
Banyak petani kini sulit mengakses lahannya, menanggung kerugian besar dan tekanan ekonomi mendalam.
Sejak Oktober 2023, tercatat 7.154 serangan pemukim yang menewaskan 33 warga sipil di Tepi Barat.
Komisi Perlawanan mencatat 48.728 pohon rusak, termasuk 37.237 pohon zaitun yang menjadi sumber penghidupan.*** (Sumber Wafa)