Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, banjir lahar dingin, dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 24 November 2025 terus mendapat respons cepat dari TNI.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa ia telah mengaktifkan secara penuh Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) yang ada di setiap Komando Daerah Militer (Kodam) di Indonesia.
“Saya sudah mengaktifkan pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana (PRCPB). Ada di kodam-kodam. Tiap kodam satu batalyon melakukan PRCPB, karena kita tahu di Indonesia kalau musim hujan pasti ada wilayah yang terkena bencana seperti longsor dan banjir. Pasukan PRCPB ini bagus karena bereaksi cepat saat tanggap darurat,” tegas Panglima TNI dalam keterangan resmi pada Sabtu (29/11).
Apa Itu Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB)?
PRCPB adalah satuan khusus berkekuatan satu batalyon (sekitar 650–800 prajurit) di setiap Kodam yang dilatih dan dipersiapkan khusus untuk penanggulangan bencana alam. Pasukan ini memiliki ciri:
- Siap digerakkan dalam hitungan jam setelah bencana terjadi (standar reaksi ≤ 6 jam)
- Dilengkapi peralatan khusus: perahu karet, chainsaw, genset, alat medis lapangan, dapur umum lapangan, tenda pengungsi, dan kendaraan taktis off-road
- Personel terlatih evakuasi vertikal, pertolongan pertama medan bencana, dan operasi pencarian serta penyelamatan (SAR)
- Berkoordinasi langsung dengan BNPB dan BPBD setempat
