JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali melakukan mutasi jabatan di jajaran perwira tinggi TNI. Dalam rotasi terbaru ini, Mayjen TNI Lucky Avianto mendapat promosi menjadi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, menggantikan Letjen TNI Bambang Trisnohadi.
Dengan penugasan tersebut, Lucky Avianto otomatis naik pangkat menjadi Letnan Jenderal TNI atau jenderal bintang tiga. Jabatan Pangkogabwilhan III membuatnya bertanggung jawab atas pengamanan wilayah strategis Indonesia bagian timur, yang mencakup Maluku, Papua, dan sekitarnya.
Sebelum dipercaya menduduki posisi ini, Lucky Avianto menjabat Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih sekaligus Panglima Komando Operasi Habema, yang fokus menangani operasi keamanan di Papua. Ia dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk jabatan tersebut beberapa waktu lalu.
Wilayah Papua bukan hal baru bagi perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) 1996 ini. Lucky Avianto merupakan peraih predikat Adhi Makayasa atau lulusan terbaik Akmil pada angkatannya. Ia juga tercatat sebagai alumni pertama SMA Taruna Nusantara Magelang angkatan 1993.
Prestasi akademiknya berlanjut sepanjang karier militer. Ia meraih penghargaan Vira Jati sebagai lulusan terbaik Dikreg Seskoad 2011, menjadi lulusan terbaik Dikreg Sesko TNI 2019, serta peserta terbaik akademik Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIV Lemhannas 2023.
Pengalaman militernya juga ditempa di pasukan elite Kopassus. Lucky pernah terlibat dalam berbagai operasi dalam negeri, termasuk Operasi Maluku dan Operasi Aceh. Di tingkat internasional, ia pernah bertugas sebagai military observer di Kongo pada 2009 dan memimpin Batalyon Mekanis TNI (Indobatt) dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Saat bertugas di Papua, Lucky dikenal tegas terhadap kelompok bersenjata kriminal (KKB), namun tetap mengedepankan pendekatan yang seimbang. Ia menerapkan prinsip “salus populi suprema lex esto” yang berarti keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi, sambil menjalankan tindakan tegas dan terukur sesuai Rules of Engagement (RoE), hukum, HAM, serta standar militer.
Pendekatan humanis juga menjadi ciri kepemimpinannya. Lucky kerap turun langsung ke masyarakat dengan mendorong program pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga pendampingan bagi petani lokal. Langkah tersebut dinilai mampu membangun kepercayaan masyarakat Papua terhadap kehadiran TNI sekaligus melengkapi operasi keamanan di wilayah tersebut.
Dengan pengalaman panjang di kawasan timur serta rekam jejak prestasi yang kuat, Letjen TNI Lucky Avianto diharapkan mampu memperkuat postur pertahanan Indonesia bagian timur serta menjaga kedaulatan NKRI di tengah tantangan geopolitik dan dinamika keamanan yang semakin kompleks.