Live Program Jelajah UHF Digital

Para Pemuda yang Buang Sampah di Sungai Jalur Puncak Bogor Minta Maaf

Seorang penumpang mobil, yang tertangkap kamera membuang sampah ke sungai saat kemacetan di Jalur Puncak Bogor, telah meminta maaf. Insiden ini memicu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur untuk berencana memberikan sanksi sosial kepada kelompok pemuda tersebut.

Dimas, pemuda yang terlibat dalam insiden tersebut, menyampaikan permintaan maaf melalui sebuah video berdurasi 38 detik yang diunggah di akun media sosial Dinas Lingkungan Hidup. Dalam video itu, Dimas, bersama beberapa temannya yang juga ada di mobil pada saat kejadian, mengakui kesalahannya.

“Kami sangat menyesal telah membuang sampah ke Sungai Cikundul, Cipanas, yang sempat menjadi viral,” kata Dimas, pemuda yang mengenakan kaos merah dalam video itu. “Kami juga memohon maaf kepada pemilik mobil atas insiden ini,” tambahnya, seraya berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengatakan bahwa setelah video tersebut menjadi viral, pihaknya berhasil melacak alamat pemilik mobil dan bertemu dengan para pemuda itu pada Senin malam, 15 April 2024.

“Setelah kami berhasil mengidentifikasi dan berbicara dengan mereka, mereka mengakui perbuatannya dan mengungkapkan penyesalan,” ujar Komarudin. Menurutnya, mobil yang digunakan saat kejadian adalah kendaraan yang dipinjam dari orangtua salah satu di antara mereka.

Komarudin menambahkan bahwa, selain permintaan maaf, para pemuda itu akan diikutsertakan dalam kegiatan bersih-bersih bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup sebagai bentuk sanksi sosial. “Kami belum menerapkan sanksi berdasarkan Perda, tetapi kami berharap kegiatan sosial ini dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah dampak buruk dari membuang sampah sembarangan. Ini juga diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk turut menjaga kebersihan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *