Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo mengumumkan rencana pemberian bonus kepada para atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan prestasi mereka di Asian Para Games 2022 Hangzhou. Bonus ini saat ini masih dalam tahap koordinasi dan akan diusulkan kepada Presiden Joko Widodo.
Menpora Dito menyatakan hal ini saat menyambut kedatangan Kontingen Indonesia yang baru saja berjuang di Asian Para Games 2022 Hangzhou di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu (29/10). Meskipun rincian bonus belum diungkapkan secara detail, Menpora Dito menegaskan bahwa bonus akan diberikan kepada atlet yang telah meraih medali.
Menpora Dito juga mengungkapkan bahwa selain bonus dalam bentuk uang, para atlet yang meraih medali akan diberikan rumah tinggal. Pembangunan rumah-rumah tersebut akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebagai bentuk dukungan nyata kepada para atlet berprestasi.
Selain bonus dan rumah, pemerintah juga terus berkomitmen memberikan perhatian kepada atlet disabilitas. Salah satu upaya nyata adalah pembangunan Training Center atau pusat pelatihan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Kabupaten Karanganyar. Pembangunan pusat pelatihan ini adalah yang terbesar di Indonesia dan diharapkan dapat meningkatkan prestasi atlet-atlet Indonesia di ajang internasional.
Menpora Dito menjelaskan bahwa pemusatan latihan ini merupakan investasi untuk masa depan atlet NPC Indonesia. Dengan adanya Training Center, NPC Indonesia diharapkan dapat melaksanakan program regenerasi atlet untuk mempersiapkan generasi atlet berikutnya. NPC diharapkan mampu mengembangkan dan mendukung perkembangan para atlet menuju prestasi yang lebih gemilang di masa mendatang.
Sebelumnya, Kontingen Indonesia telah sukses menduduki peringkat keenam dalam Asian Para Games 2022 Hangzhou. Tim Merah Putih membawa pulang 29 medali emas, 30 medali perak, dan 36 medali perunggu, sementara juga berhasil memecahkan 13 rekor, termasuk 8 rekor Asian Para Games, 3 rekor Asia, dan 2 rekor dunia. Prestasi tersebut mencakup pencapaian emas pertama dalam cabang olahraga blind judo dan boccia, yang menjadi prestasi sejarah dalam dunia olahraga disabilitas Indonesia.