JAKARTA – Paramount Skydance, perusahaan yang dipimpin David Ellison, resmi mengungguli Netflix dalam perebutan Warner Bros. Discovery. Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu perang penawaran terbesar di industri media dalam satu generasi.
Kesepakatan tersebut akan menempatkan aset besar seperti CNN, Nickelodeon, dan HBO di bawah kendali keluarga Ellison, dengan dukungan finansial dari pendiri Oracle sekaligus mitra Gedung Putih, Larry Ellison.
Netflix menyatakan pihaknya “menolak untuk menyamai” tawaran terbaru Paramount setelah dewan Warner Bros. menilai proposal tersebut sebagai “Proposal Unggul”. “Transaksi yang kami negosiasikan akan menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan jalur yang jelas menuju persetujuan regulasi,” kata Netflix dalam pernyataannya, dikutip dari Variety, Jumat (27/2/2026). Namun, perusahaan menegaskan kesepakatan itu tidak lagi menarik secara finansial.
Dukungan Politik dan Finansial
Tawaran Paramount mendapat sorotan Gedung Putih, dengan Presiden Donald Trump menyebut dirinya memiliki hak untuk menentukan hasilnya. Proposal juga mencakup komitmen Larry Ellison untuk menyediakan pendanaan tambahan jika diperlukan, serta dukungan dana kekayaan negara dari Arab Saudi, Qatar, dan Abu Dhabi.
Paramount menawarkan harga $31 per saham secara tunai, menilai Warner Bros. Discovery sekitar $108 miliar. Selain itu, mereka menyanggupi biaya pembatalan regulasi sebesar $7 miliar dan menanggung penalti $2,8 miliar yang harus dibayar Warner Bros. kepada Netflix.
Dampak Penggabungan
Jika disetujui, merger ini akan menyatukan layanan streaming HBO Max dan Paramount+, serta menggabungkan dua studio film terbesar di Hollywood. CNN dan CBS News juga akan berada di bawah satu kepemilikan, memperkuat posisi Paramount sebagai kekuatan baru dalam industri hiburan global.