JAKARTA – Mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes, mengusulkan nama Thomas Tuchel sebagai kandidat kuat pengganti Ruben Amorim yang baru saja dipecat. Scholes menilai pelatih timnas Inggris itu memiliki kapasitas dan pengalaman untuk menangani klub sebesar Manchester United.
Amorim diberhentikan mendadak setelah 14 bulan menjabat, sehari usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United yang memperpanjang tren buruk Setan Merah. Sebelumnya, United juga gagal menang di kandang saat menghadapi Wolverhampton Wanderers.
Secara kinerja, Amorim meninggalkan Old Trafford dengan catatan kurang meyakinkan. Pelatih berusia 40 tahun itu mencatat rasio kemenangan terendah, yakni 31,9 persen, dibandingkan manajer United sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013.
Paul Scholes: Sikap Amorim Tantang Struktur Internel Klub
Menurut Scholes, kejatuhan Amorim tak lepas dari sikapnya yang dinilai terlalu terbuka menantang struktur internal klub. Amorim beberapa kali melontarkan kritik keras terkait perannya sebagai manajer penuh dan menyindir kinerja jajaran teknis, termasuk departemen pencari bakat.
“Dia seperti menyeret dirinya sendiri ke situasi itu dengan apa yang dia katakan,” ujar Scholes dalam The Good, The Bad and The Football Podcast, dikutip dari AFP, Selasa (6/1/2026).
Scholes menilai Tuchel sebagai sosok realistis untuk memimpin proyek kebangkitan United. Alasannya, kontrak Tuchel bersama timnas Inggris hanya berlaku hingga musim panas. Meski demikian, ia mengakui Tuchel memiliki karakter kuat yang tidak selalu mudah dikelola.
“Menurut saya, Tuchel adalah salah satu pelatih terbaik yang ada saat ini. Dia menjadi target nomor satu saya,” kata Scholes.
“Dia bisa temperamental dan cukup sulit ditangani, tetapi dia sudah membuktikan kualitasnya di klub-klub besar,” tambahnya.
Usulan Scholes menambah daftar spekulasi arah baru Manchester United. Lebih dari satu dekade setelah era Ferguson berakhir, klub masih mencari figur yang mampu menghadirkan stabilitas sekaligus mengembalikan kejayaan Setan Merah.