ATHENA – Mengutip melalui kantor berita resmi Vatikan, Paus Fransiskus mendesak para pemimpin dunia untuk menghapus utang negara-negara miskin.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Paus Fransiskus pada Rabu (01/01), setelah doa tradisional Angelus pada hari tahun baru 2025.
“Saya mendorong para pemimpin negara dengan tradisi Kristen untuk memberikan teladan dengan membatalkan atau secara signifikan mengurangi utang negara-negara termiskin,” tegasnya.
Paus menegaskan bahwa tidak ada negara atau rakyat yang layak hancur akibat beban utang. Dalam pernyataannya itu, Paus juga turut menyoroti konflik yang masih berlangsung di berbagai wilayah dunia.
“Marilah kita berdoa untuk pengakhiran semua pertempuran dan agar ada fokus yang tegas pada perdamaian dan rekonsiliasi. Pikiran saya tertuju pada Ukraina yang dilanda perang, Gaza, Israel, Myanmar, Kivu Utara, dan banyak lagi tempat lainnya yang tengah dilanda konflik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Paus juga tak lupa menekankan dampak destruktif perang dalam pernyataannya. Menurutnya, perang adalah sesuatu yang menghancurkan dan selalu menjadi sebuah kekalahan, bahkan kepada pihak yang menang sekalipun.
“Saudara-saudari, perang menghancurkan. Selalu menghancurkan! Perang selalu menjadi sebuah kekalahan. Selalu. Saya menyampaikan penghargaan mendalam kepada semua pihak yang berjuang untuk perdamaian,” pungkasnya.