VATIKAN – Paus Fransiskus dikabarkan menderita pneumonia di kedua paru-paru hal ini diketahui setelah menjalani pemindaian CT scan pada Selasa, 18 Februari 2025. Pemeriksaan medis menyeluruh yang dimulai sejak Senin, 17 Februari 2025, mengungkapkan kondisi kesehatan Paus yang cukup rumit dan memerlukan perhatian lebih lanjut.
Pneumonia yang Memengaruhi Kedua Paru-paru
Paus Fransiskus didiagnosis dengan pneumonia pada kedua paru-parunya, sebuah kondisi yang memerlukan terapi farmakologis lebih lanjut. Meskipun kondisi medis ini serius, Vatikan menyatakan bahwa secara umum, Paus dalam keadaan baik.
“Pemindaian CT terbaru menunjukkan adanya pneumonia bilateral yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut,” ujar pemerintah Vatikan dalam pernyataan resminya.
Paus, yang berusia 88 tahun, menunjukkan keteguhan dalam menjalankan tugasnya meski dalam kondisi kesehatan yang terpengaruh. Meskipun kedua paru-parunya terinfeksi, beliau tetap merasa dekat dengan umat dan memohon doa agar terus diberikan kekuatan.
Infeksi Polimikroba yang Kompleks
Pada hari sebelumnya, Vatikan juga mengungkapkan bahwa Paus menderita infeksi polimikroba di saluran pernapasan. Tes medis menunjukkan kondisi yang lebih kompleks, mengarah pada perubahan dalam terapi perawatan yang dijalani. Polimikroba merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh gabungan virus, bakteri, jamur, dan parasit.
Menurut ahli kesehatan, infeksi semacam ini dapat menjadi masalah jangka panjang jika tidak ditangani dengan tepat. Namun, meski sakit, Paus Fransiskus tetap menjalankan sebagian besar aktivitasnya sebagai pemimpin Gereja Katolik dari rumah sakit.
Berkomunikasi dengan Dunia Meski Dirawat di Rumah Sakit
Meski dalam kondisi kesehatan yang menantang, Paus tidak berhenti menjalankan tugasnya. Pada Selasa pagi, ia mengikuti Ekaristi serta melakukan doa dan bacaan. Bahkan pada Jumat dan Sabtu sebelumnya, Paus sempat melakukan panggilan telepon dengan Pendeta Gabriel Romanelli dan Pastor Yusuf Asad di Gaza. Keduanya telah menjalin komunikasi rutin sejak serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023, menunjukkan kepedulian Paus terhadap kondisi di wilayah tersebut.
Perawatan di Rumah Sakit Agostino Gemelli di Roma
Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Agostino Gemelli di Roma sejak pekan lalu. Meski dokternya menyarankan agar beliau beristirahat total, Paus lebih memilih untuk tetap melaksanakan sebagian tugas-tugas pentingnya meskipun dari tempat perawatan.
Kondisi ini menunjukkan betapa kuatnya semangat Paus dalam menjalani tanggung jawabnya, meski dalam keadaan yang penuh tantangan. Di tengah cobaan ini, Paus mengharapkan dukungan doa dari umat Katolik di seluruh dunia agar diberikan kesehatan dan kekuatan untuk melanjutkan tugasnya sebagai pemimpin spiritual global.