VATICAN CITY – Paus Leo XIV dijadwalkan memimpin misa bersama para kardinal di Kapel Sistina pada Jumat, sehari setelah terpilih secara mengejutkan sebagai pemimpin Gereja Katolik dan menjadi paus pertama asal Amerika Serikat.
Pemilihan Kardinal Robert Prevost—yang berasal dari Chicago dan pernah bertahun-tahun menjadi misionaris di Amerika Latin—terjadi dalam konklaf cepat selama dua hari dan berakhir Kamis malam, saat asap putih mengepul dari cerobong kapel.
Usai misa, Paus Leo akan makan siang bersama para kardinal yang memilihnya sebelum mereka kembali ke negara masing-masing.
Penerus mendiang Paus Fransiskus—yang wafat bulan lalu pada usia 88 tahun—mewarisi berbagai tantangan besar, mulai dari defisit anggaran hingga perpecahan internal tentang sikap Gereja terhadap komunitas LGBT, perceraian, serta peran perempuan dalam struktur gerejawi.
Presiden Donald Trump dengan cepat menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Leo sebagai paus pertama dari Amerika Serikat. “What excitement, and what a Great Honor for our Country. I look forward to meeting Pope Leo XIV. It will be a very meaningful moment!” katanya.
Namun demikian, Paus baru berusia 69 tahun ini memiliki riwayat kritik terhadap kebijakan Trump dan Wakil Presiden JD Vance, sebagaimana terlihat dalam unggahan lama di akun X milik Robert Prevost.
“Peace be with you all,” ujar Paus Leo kepada kerumunan yang bersorak pada Kamis malam (8/5/025) yang dilansir dari Reuters, dengan menggunakan bahasa Italia yang fasih. Ia juga menyapa dalam bahasa Spanyol, namun tidak menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris.
Paus Leo memiliki kewarganegaraan ganda AS-Peru dan pernah bekerja selama puluhan tahun di wilayah utara Peru, awalnya sebagai misionaris dan kemudian sebagai Uskup Chiclayo dari tahun 2015 hingga 2023.
Warga Katolik di Chiclayo turun ke jalan dan lonceng gereja dibunyikan untuk merayakan terpilihnya sosok yang mereka anggap sebagai “putra daerah.”
Petunjuk mengenai arah kepemimpinannya bisa dilihat dari nama yang dipilihnya: Leo. Nama ini terakhir digunakan oleh Paus Leo XIII (1878–1903) yang dikenal karena fokusnya terhadap isu-isu keadilan sosial dan dianggap meletakkan dasar ajaran sosial modern Gereja Katolik.
Prevost diangkat menjadi kardinal pada 2023 dan dikenal memiliki kepribadian pendiam serta jarang tampil di media. Sebagai kardinal, ia menarik perhatian rekan-rekannya karena gaya kepemimpinannya yang tenang dan dukungannya terhadap Paus Fransiskus. Dalam pidato pertamanya sebagai paus, ia menekankan pentingnya persatuan.
Dua tahun lalu, Fransiskus memanggilnya ke Roma untuk memimpin kantor Vatikan yang menentukan penunjukan uskup di seluruh dunia—posisi penting yang menjadikan Prevost berperan besar dalam pembentukan hierarki Gereja global.