VATICAN CITY – Paus Leo XIV kembali menyuarakan kecaman tegas terhadap konflik berdarah yang melanda Timur Tengah. Dalam pidato yang penuh semangat pada doa bersama untuk perdamaian di Basilika Santo Petrus, Minggu (12/4/2026), pemimpin umat Katolik dunia itu menyerukan agar para penghasut perang segera menghentikan pamer kekuasaan melalui kekerasan.
Paus asal Amerika Serikat ini mengajak miliaran umat beragama di seluruh dunia untuk kembali merangkul perdamaian sejati. Ia menekankan pentingnya “percaya sekali lagi pada cinta, moderasi, dan politik yang baik” di tengah situasi dunia yang semakin dramatis.
Dalam salah satu seruan paling bersemangat yang pernah disampaikannya untuk mengakhiri konflik Timur Tengah, Paus Leo XIV menyatakan bahwa iman menjadi kunci utama menghadapi saat-saat sulit dalam sejarah umat manusia. “Cukup sudah penyembahan diri dan uang! Cukup sudah pameran kekuasaan! Cukup sudah perang! Kekuatan sejati ditunjukkan dalam melayani kehidupan,” tegasnya, seperti dikutip AFP.
Dengan nada tenang namun tegas, Paus berusia 70 tahun yang dikenal lembut ini menyampaikan kritik tajam terhadap gelombang konflik yang terus membara. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab besar berada di pundak para pemimpin negara.
“Saudara-saudari terkasih, tentu ada tanggung jawab yang mengikat yang dibebankan kepada para pemimpin negara. Kepada mereka kami berseru: Hentikan! Sudah waktunya untuk perdamaian! Duduklah di meja dialog dan mediasi, bukan di meja tempat persenjataan ulang direncanakan dan tindakan mematikan diputuskan!” serunya.
Paus Leo XIV, yang lahir di Chicago, kembali menunjukkan sikap konsisten yang pernah ditunjukkannya sebelumnya. Ia tidak menyebut nama politisi maupun negara tertentu dalam pidatonya, memilih fokus pada prinsip moral dan kemanusiaan universal.
Seruan perdamaian ini disampaikan di hadapan ribuan umat yang hadir dalam doa bersama di Basilika Santo Petrus, salah satu simbol paling penting bagi 1,4 miliar umat Katolik di dunia. Pidato tersebut langsung menjadi perhatian internasional karena disampaikan di tengah ketegangan geopolitik yang masih membara di Timur Tengah.
Paus Leo XIV menekankan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada dominasi militer atau ambisi kekuasaan, melainkan pada komitmen melindungi dan melayani kehidupan manusia. Ia mengajak seluruh umat untuk bersama-sama menghadapi tantangan sejarah dengan iman yang kuat, bukan dengan semangat permusuhan.
Seruan Paus ini datang di saat dunia kembali dihadapkan pada ancaman perang yang berkepanjangan. Dengan bahasa yang lugas dan penuh harapan, kepala Gereja Katolik ini mengingatkan bahwa jalan keluar dari krisis hanyalah melalui dialog, mediasi, dan komitmen bersama untuk perdamaian.
Pidato Paus Leo XIV di Basilika Santo Petrus hari ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran global bahwa perdamaian bukanlah pilihan, melainkan keharusan moral yang mendesak. Seruan “Hentikan!” yang disampaikannya kini bergema jauh melampaui dinding Basilika, menjangkau para pemimpin dunia yang tengah memegang kendali atas masa depan umat manusia.