JAKARTA – Tuntutan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil peran aktif menghentikan konflik di Timur Tengah menguat pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Ketua Umum Pimpinan Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Nasrullah Larada, menjadi salah satu suara yang secara tegas mendesak lembaga internasional tersebut segera bertindak.
Desakan itu muncul menyusul agresi udara AS dan Israel ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang mengakibatkan sedikitnya 742 warga Iran tewas, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, serta lebih dari 900 warga sipil lainnya mengalami luka-luka. Serangan tersebut juga menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel dan sejumlah instalasi militer AS di kawasan Timur Tengah.
Nasrullah menilai konflik ini telah berkembang menjadi ancaman serius bagi peradaban. “Apa yang Trump dan Netanyahu lakukan berbuntut perang di Timur Tengah jadi berkepanjangan, adalah melakukan kejahatan peradaban,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari Okezone, Selasa (3/3/2026).
Ia turut menyerukan negara-negara Islam di kawasan untuk bersatu menolak pembunuhan massal yang dilancarkan Benjamin Netanyahu ke Iran dan Lebanon.
“Negara-negara Islam harus bersatu memberikan pelajaran,” tegasnya.
Nasrullah juga menegaskan bahwa serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS dan posisi strategis Israel merupakan tindakan yang sah dan konstitusional berdasarkan hukum internasional.