JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rapat pleno Syuriyah di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa siang. Agenda utama rapat tertutup ini adalah menetapkan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU pengganti Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang kini status kepemimpinannya menjadi sorotan organisasi.
Dua Poin Krusial dalam Rapat Pleno:
- Penyampaian hasil Rapat Harian Syuriyah PBNU
- Penetapan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU
Kebenaran agenda tersebut dikonfirmasi oleh Katib Aam Syuriyah PBNU, KH Sarmidi Husna, saat dihubungi wartawan.
“Iya betul. Sesuai agenda begitu,” ujar Sarmidi.
Ketika ditanya mengenai kandidat potensial yang akan diangkat menjadi Pj Ketum PBNU, Kiai Sarmidi enggan berspekulasi.
“Belum tahu, tunggu hasilnya,” ujarnya singkat.
Rapat pleno ini menjadi puncak ketegangan kepemimpinan PBNU setelah beredarnya Risalah Rapat Harian Syuriyah yang meminta Gus Yahya mundur dari jabatan Ketua Umum. Namun, Gus Yahya bersikukuh tidak akan mengundurkan diri.
“Saya mendapatkan amanat dari muktamar itu lima tahun dan akan saya jalani selama lima tahun. Insya Allah saya sanggup,” tegas Gus Yahya beberapa waktu lalu.
Hingga berita ini diturunkan, rapat pleno Syuriyah PBNU masih berlangsung tertutup. Hasil resmi penetapan Pj Ketua Umum PBNU sangat dinanti jutaan warga Nahdliyin di seluruh Indonesia.