JAKARTA – Komisi III DPR RI akan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Calon Pimpinan (Capim) dan Calon Dewan Pengawas (Cadewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Proses ini diharapkan mampu memilih pemimpin dengan integritas tinggi yang siap memimpin KPK dalam pemberantasan korupsi.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menekankan pentingnya sosok pemimpin yang memiliki integritas dan kemampuan manajerial yang solid. “Pemimpin yang diperlukan harus berintegritas dan memiliki determinasi untuk memimpin lembaga ini dalam memerangi korupsi,” ujarnya kepada wartawan pada Jumat, 15 November 2024.
Tessa juga mengingatkan bahwa selain integritas, calon pemimpin KPK harus memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni untuk mencegah dan menindak praktik korupsi. “Tidak hanya soal pencegahan, tetapi juga penindakan,” tambahnya.
Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menjelaskan tahapan uji kelayakan ini akan dimulai dengan pengambilan nomor urut dan penyerahan makalah oleh para calon pada pagi harinya. Selanjutnya, pada siang hari, uji kelayakan akan dimulai dengan 10 capim terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan 10 cadewas.
“Setiap hari ada 4 hingga 5 orang yang menjalani fit and proper test. Kami targetkan tahapan ini akan selesai dalam 3 hingga 4 hari, dengan tanggal terakhir pada 21 November,” jelas Habiburokhman yang merupakan legislator dari Partai Gerindra, setelah rapat persiapan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dengan tahapan yang penuh harapan ini, DPR berharap dapat memilih pemimpin yang bukan hanya memiliki integritas tetapi juga keterampilan manajerial yang dibutuhkan untuk memimpin KPK di masa depan.