JAKARTA – Tragedi berdarah melanda lingkungan SMP YPK Yakpesmi Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Seorang pekerja asal Toraja tewas dibunuh secara sadis oleh tiga orang tak dikenal di area sekolah pada Senin (2/1/2026) pagi. Insiden ini turut merusak fasilitas pendidikan dan menimbulkan keresahan di kalangan guru serta siswa.
Korban Daniel Datti Tewas di Ruang Guru
Peristiwa tragis terjadi sekitar pukul 09.00 WIT di Jalan Seradala Km 03, Distrik Dekai. Korban, Daniel Datti, SE, warga asal Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, saat itu sedang mengerjakan pembuatan meja dan kursi sekolah ketika diserang.
Menurut keterangan saksi, suara tembakan terdengar dari belakang gedung sekolah. Korban berusaha melarikan diri ke ruang guru, namun dikejar oleh tiga pelaku bersenjata. Satu pelaku membawa senjata rakitan panjang, satu lainnya memegang kapak, sementara pelaku ketiga merekam aksi kekerasan menggunakan telepon genggam. Penyerangan berlanjut di dalam ruang guru hingga korban tewas.
Hasil visum di RSUD Dekai mengungkap korban mengalami luka parah di kepala, punggung, serta kedua lutut. Selain menewaskan korban, pelaku juga melempar batu hingga menghancurkan kaca ruang kelas XII dan kaca belakang sebuah mobil berwarna merah di lokasi kejadian.
Tim Satreskrim Polres Yahukimo segera tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi jenazah, memeriksa saksi, serta mengumpulkan barang bukti. Barang bukti yang diamankan meliputi serpihan kaca, batu, pakaian korban, dan serpihan logam yang diduga proyektil.
Respons Pimpinan Satgas Damai Cartenz
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang terjadi di lingkungan pendidikan tersebut.
“Kami sangat berduka atas meninggalnya korban. Lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua orang. Saat ini aparat gabungan fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Brigjen Faizal menegaskan komitmen untuk memperkuat kehadiran aparat di Yahukimo melalui patroli intensif serta pengamanan terbuka dan tertutup guna mencegah kejadian serupa.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat terus dilakukan pascakejadian.
“Kami ingin memastikan para guru, siswa, dan warga sekitar merasa aman. Pendekatan dialogis kami kedepankan, bersamaan dengan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku,” katanya.
Hingga kini, identitas pelaku masih dalam proses pendalaman. Aparat kepolisian menyatakan situasi keamanan di Dekai tetap terkendali sehingga aktivitas masyarakat, terutama proses belajar mengajar, dapat kembali berlangsung normal. Penyelidikan terus berjalan untuk membawa para pelaku ke proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.