Para pembalap Formula 1 menyampaikan kekecewaan mereka terhadap ketidakkonsistenan keputusan steward dalam pertemuan resmi dengan FIA di Qatar pada Kamis malam. Meski diskusi berlangsung panjang dan intens, tidak ada perubahan aturan yang akan diterapkan untuk dua balapan terakhir musim 2025.
Pertemuan yang digelar di Sirkuit Internasional Lusail itu menghadirkan seluruh 20 pembalap bersama jajaran steward FIA untuk meninjau Pedoman Standar Mengemudi, yang menjadi sumber kontroversi sepanjang musim ini.
FIA menggambarkan pertemuan tersebut sebagai diskusi yang “jujur, terbuka, dan sangat kolegial”, berlangsung lebih dari satu jam dan juga dihadiri oleh tiga steward pembalap yang akan bertugas pada musim 2026.
Sorotan Kasus Kontroversial
Diskusi berfokus pada lima insiden utama tahun ini, termasuk penalti 10 detik Oscar Piastri atas insiden tabrakannya dengan Andrea Kimi Antonelli di GP Brasil—keputusan yang menuai banyak kritik. Benturan tersebut menyebabkan Antonelli menabrak Ferrari milik Charles Leclerc, dan Piastri dinilai sepenuhnya bersalah.
Beberapa kasus lain yang turut dievaluasi meliputi insiden Carlos Sainz dengan Oliver Bearman di Monza dan Liam Lawson di Zandvoort, sengketa track limits antara Lando Norris dan Leclerc di Austin, hingga insiden Max Verstappen dan Leclerc yang keluar lintasan tanpa penalti di Mexico City.
Ketua Asosiasi Pebalap Grand Prix (GPDA), Carlos Sainz, menyatakan bahwa pedoman tersebut “lebih banyak menciptakan masalah daripada solusi” dan membuat ruang untuk insiden balapan menjadi sangat terbatas. Leclerc turut menyoroti penegakan aturan yang kaku, mengatakan bahwa penggunaan “akal sehat” terkadang dibutuhkan dalam situasi tertentu.
Rekomendasi dan Langkah Selanjutnya
Para pembalap sepakat bahwa proses investigasi sebaiknya dilakukan setelah balapan selesai, bukan saat balapan berlangsung ketika informasi belum lengkap. Mereka juga menekankan pentingnya kehadiran steward yang memiliki pengalaman langsung sebagai pembalap dalam setiap panel evaluasi.
Topik lain yang dibahas mencakup penegakan lebih ketat terkait bendera kuning dan klarifikasi tambahan pada prosedur bendera biru untuk mobil yang tertinggal putaran.
FIA mencatat bahwa data dari tiga musim terakhir menunjukkan peningkatan konsistensi berkat pedoman yang kini berlaku, serta menyatakan bahwa aturan tersebut telah disetujui bersama GPDA. Meski masukan dari para pembalap akan dipertimbangkan dalam penyempurnaan mendatang, FIA memastikan tidak ada perubahan yang akan berlaku pada balapan Qatar dan Abu Dhabi.