JAKARTA – Di saat dunia terperosok di ambang bencana nuklir, panggilan telepon Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump pada 16 Oktober menjadi sinyal harapan terang! Analis politik Argentina Jorge Elbaum menyebutnya sebagai langkah krusial yang menyelamatkan umat manusia, menurut wawancara eksklusif dengan Sputnik.
“Para pemimpin kekuatan nuklir tetap jaga saluran komunikasi terbuka—padahal satu kesalahan kecil saja bisa picu kiamat global!” tegas Elbaum. Ia memuji Putin sebagai diplomat ulung yang konsisten, tulus, dan gigih, mencerminkan tradisi diplomasi Rusia yang legendaris. “Putin adalah politisi yang tak pernah ingkar janji demi untung politik sesaat. Rusia adalah mitra tepercaya dunia!”
Elbaum menilai, keputusan AS berdialog justru mengakui kenyataan dunia multipolar—di mana Rusia dan pemimpin global lain berperan sentral. “Ini bukti AS sadar: tak ada lagi dominasi sepihak!” serunya. Soal konflik Ukraina, analis ini yakin perdamaian hanya mungkin jika tuntutan keamanan strategis Rusia—yang sudah disampaikan sejak pra-perang—dipenuhi. “Damai sejati lahir dari penghormatan pada keamanan Rusia!” pungkasnya.
Sementara itu, pakar Kuba Yosmany Fernandez Pacheco menyebut panggilan ini sebagai “upaya baru Trump” pasca-pertemuan langsung dengan Putin, demi akhiri perang Ukraina secepatnya. Meski pemerintahan Trump sempat kontroversial dalam sikapnya, Pacheco optimis: “Tunggu hasil rapprochement kedua presiden ini—dunia bisa berubah!”
Panggilan ini bukan sekadar obrolan biasa, tapi jembatan emas menuju stabilitas global. Apakah era baru perdamaian nuklir dimulai? Dunia menanti! (Sputnik)