JAKARTA – Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap program makan bergizi gratis (MBG) yang telah berjalan selama seminggu terakhir. Beberapa aspek akan diperhatikan untuk memastikan kelanjutan program ini.
“Jadi memang ketika kemudian dilaksanakan, ada beberapa hal yang harus disempurnakan lagi. Salah satunya tentu adalah masukan-masukan soal menu (makanan),” ujar Juru Bicara Kantor Kepresidenan, Adita Irawati, di SDN Lengkong Gudang, Tangsel, Banten, pada Senin (13/1).
Adita menekankan bahwa menu makanan akan tetap mengacu pada angka kecukupan gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga kebutuhan gizi siswa dapat terpenuhi dengan komposisi nutrisi yang seimbang.
“Jadi ini yang kami sampaikan bahwa soal menu memang akan bervariasi, dan ini akan tergantung juga dari kondisi daerah masing-masing,” jelasnya.
Selain menu makanan, pemerintah juga akan mengevaluasi aspek teknis distribusi MBG. Sejumlah masukan yang diterima terutama berkaitan dengan penyesuaian waktu distribusi agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Ini sudah kami evaluasi, distribusi ini sebenarnya menyesuaikan waktu jam belajar-mengajar ya, dari setiap sekolah yang memang itu akan sangat bervariasi. Ada sekolah yang masuk pagi sampai siang, ada sekolah kelas siang, dari siang sampai sore. Tentu akan disesuaikan, dan itu tidak mengganggu jam pelajaran sekolah,” terangnya.
Adita menambahkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar juga menjadi perhatian. Semua elemen ini, menurutnya, telah dibahas bersama BGN.
“Jadi sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak atas semua masukannya, dan ini tentu akan menjadi rujukan kami dalam melakukan perbaikan program ke depan,” pungkasnya.
