JAKARTA – Pemerintah memastikan distribusi pangan pokok tetap terkendali dan berjalan lancar demi menjamin ketersediaan, keterjangkauan, serta stabilitas harga di seluruh Indonesia.
Upaya ini dinilai krusial dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (4/9/2025).
“Pemerintah melalui Bulog berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan pokok,” ujar Rizal menegaskan.
Menurutnya, menjaga arus distribusi pangan yang lancar bukan hanya soal harga, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menekan potensi gejolak pasar.
Salah satu langkah yang kini digencarkan adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sudah menjangkau berbagai wilayah.
Dalam catatan terbaru, Perum Bulog berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan GPM serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia, yang diresmikan di Jakarta pada Selasa (2/9/2025).
Bagi Rizal, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, melainkan bukti nyata konsistensi Bulog dalam memberikan akses pangan murah kepada masyarakat.
Ia menambahkan, pencapaian tersebut tidak akan mungkin terwujud tanpa kerja sama lintas kementerian, TNI, Polri, serta jajaran pemerintah daerah.
“Gerakan pangan murah serentak kemarin di lebih dari empat ribu titik telah membuahkan hasil positif, inflasi mulai menurun.”
“Kami akan melanjutkan fokus di 214 kabupaten/kota yang mengalami tekanan harga dengan menggencarkan penyaluran beras SPHP maupun beras komersial Bulog,” jelas Rizal.
Rekor MURI itu juga dinilai sebagai hasil kolaborasi nasional yang terstruktur, dipimpin langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Serta melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, hingga perusahaan pelat merah seperti Pos Indonesia, PIHC, ID Food, dan Perkebunan Nusantara.
Kolaborasi tersebut turut diperkuat oleh TNI, Polri, serta Forkopimda di berbagai daerah.
“Kolaborasi solid inilah yang memungkinkan Gerakan Pangan Murah serentak menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah,” tutup Rizal.***
