JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya untuk mengatasi banjir dan genangan yang melanda wilayah ibu kota akibat hujan lebat sejak Selasa (28/1) siang hingga malam.
“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi atau meminimalisasi dampak dari genangan ini. Sampai dini hari pun kami masih terus berupaya dengan perangkat daerah terkait bersama perangkat wilayah,” ujar Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, di Jakarta, Rabu, dilansir dari Antara.
Teguh menambahkan, Pemprov DKI Jakarta akan melaksanakan langkah-langkah tambahan, seperti modifikasi cuaca, apabila cuaca ekstrem terus berlangsung.
“Kami akan terus memaksimalkan upaya ini. Jika cuaca ekstrem berlanjut, kami akan melakukan langkah-langkah lain, seperti modifikasi cuaca,” jelasnya.
Meskipun demikian, Teguh mengungkapkan bahwa sejumlah genangan di beberapa titik sudah mulai surut. Ia juga mengingatkan agar seluruh jajaran Pemprov DKI tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja.
Sebelumnya, hujan dengan intensitas lebat hingga sedang yang mengguyur Jakarta sejak siang hingga malam pada Selasa (28/1) mengakibatkan genangan dan banjir di berbagai ruas jalan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir merendam 53 RT dan 23 ruas jalan pada Rabu dini hari, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 100 cm.
Untuk memastikan penanganan yang efektif di lapangan, Pj. Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, melakukan tinjauan langsung ke beberapa lokasi pada Rabu dini hari (29/1), termasuk di kawasan Tanjung Duren, yang berdekatan dengan rumah pompa.
“Tadi saya sudah keliling ke beberapa wilayah, dan memang petang hingga malam tadi terjadi cuaca cukup ekstrem, khususnya di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, sebagian Jakarta Pusat, dan sebagian Jakarta Timur,” kata Teguh.
