JAKARTA – Sekelompok pemukim ilegal Israel menyerang sebuah peternakan domba milik warga Palestina di Kota Deir Dibwan, sebelah timur Ramallah, Tepi Barat, Jumat (26/12/2025) dini hari. Mereka dilaporkan menganiaya dua pekerja sebelum mencuri sekitar 150 ekor domba dari lokasi tersebut, menurut laporan Anadolu.
Deir Dibwan disebut kerap menjadi sasaran serangan pemukim ekstremis, termasuk pencurian ternak, pembakaran kendaraan dan toko, serta penyerangan terhadap warga Palestina. Serangan-serangan itu dinilai menargetkan mata pencaharian masyarakat setempat.
Dilansir dari Anadolu, Sabtu (27/12/2025), saat ini, sekitar 750.000 pemukim ilegal Israel tinggal di ratusan permukiman di Tepi Barat yang diduduki, termasuk 250.000 di Yerusalem Timur. Serangan terhadap warga Palestina dilaporkan terjadi hampir setiap hari, dengan tujuan memaksa mereka meninggalkan tanahnya.
Israel terus Langgar Gencatan Senjata
Data Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok mencatat 621 serangan pemukim ilegal terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat sepanjang November. Sejak Oktober 2023, pasukan Israel dan pemukim ilegal dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.103 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, melukai hampir 11.000 orang, serta menahan sekitar 21.000 lainnya.
Pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai tindakan ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Otoritas Palestina terus mendesak komunitas internasional agar menekan Israel menghentikan aktivitas permukiman yang oleh PBB dinilai melanggar hukum internasional.