JAKARTA – Ka’bah, sebagai pusat ibadah umat Islam di dunia, dirawat dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan. Salah satu ritual penting yang dilakukan untuk menjaga kesuciannya adalah prosesi pencucian Ka’bah atau yang dikenal dengan sebutan ghusl al-Ka’bah. Ritual suci ini dilaksanakan secara berkala oleh pemerintah Arab Saudi, dengan tujuan untuk memastikan kebersihan fisik dan spiritual bangunan yang paling dihormati oleh umat Islam.
Dilansir dari Saudi Press Agency, upacara Pencucian Ka’bah yang dilakukan pada hari Jumat (11/7/2025) berlangsung dengan sangat teliti dan melalui tiga tahap utama yang penuh kehati-hatian.
Tahap Persiapan: Campuran Khusus untuk Menyucikan Ka’bah
Tahap pertama adalah persiapan, di mana campuran cairan khusus disiapkan untuk membersihkan bagian dalam Ka’bah. Campuran tersebut terdiri dari 20 liter air Zamzam, 80 ml minyak oud khas, dan 540 ml air mawar Taif. Campuran ini diracik secara khusus dengan tujuan untuk menjaga kesucian dan memberikan keharuman yang lembut di dalam Ka’bah.
Tahap Pencucian Utama: Parfum Khusus dan Minyak Kasturi
Setelah tahap persiapan, ritual berlanjut dengan tahap pencucian utama. Sebanyak 11 liter parfum khusus yang memang disiapkan untuk mencuci bagian dalam Ka’bah, disertai dengan 3 ml minyak kasturi (musk), diterapkan dengan penuh kehati-hatian. Minyak kasturi dikenal sebagai bahan yang sangat harum dan disucikan dalam tradisi Islam, menambah nilai kesucian dalam prosesi ini.
Tahap Pengharuman dan Pengasapan: Menyelimuti Ka’bah dengan Aroma Suci
Tahap terakhir adalah pengharuman dan pengasapan Ka’bah. Dalam proses ini, digunakan 500 ml minyak mawar Taif dan 500 gram oud berkualitas tinggi. Aroma harum yang dihasilkan dari proses ini meliputi seluruh Ka’bah, menciptakan suasana yang khusyuk dan sakral.
Kesucian Ka’bah yang Dijaga Sepanjang Zaman
Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menegaskan bahwa setiap langkah dalam proses pencucian Ka’bah ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh penghormatan. Ka’bah bukan hanya bangunan suci, melainkan simbol kesatuan umat Islam di seluruh dunia. Dengan begitu, prosesi ini mencerminkan kedudukan Ka’bah yang agung dan kesuciannya yang terus dijaga sepanjang zaman.
Semua bahan yang digunakan dalam prosesi ini telah dipersiapkan dengan teliti sebelumnya untuk menjamin kemurnian dan kesucian Ka’bah. Upacara pencucian ini menjadi lambang kesucian tempat ibadah yang sangat dihormati oleh umat Islam, serta menunjukkan komitmen untuk menjaga tempat paling suci dalam agama Islam.
