JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menegatakan pendaftaran tanah wakaf di Indonesia melejit tajam dalam setahun terakhir, naik dari 27% menjadi sekitar 35%. Lonjakan ini berkat sinergi kuat antara Kementerian ATR/BPN dengan Kantor Urusan Agama (KUA)
“Tanah wakaf sekarang strateginya adalah menggandeng dua sektor. Pertama, para Kepala KUA yang juga berperan sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf. Kata kuncinya ada di situ. Kedua, kita menggandeng kekuatan masyarakat,” ujar Menteri Nusron.
Lonjakan ini menjadi bukti nyata efektivitas pendekatan kolaboratif yang diterapkan sejak Nusron menjabat. Kerja sama melibatkan organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Sinergi ini tidak hanya mempercepat proses sertifikasi, tetapi juga memperkuat kepastian hukum aset wakaf untuk mendukung fungsi sosial dan keagamaan jangka panjang.
“Intinya, kami ingin ada percepatan, dan alhamdulillah tahun ini banyak sekali lompatan,” tuturnya.
Nusron menekankan urgensi sertifikasi tanah wakaf untuk mencegah potensi konflik di masa depan, terutama di wilayah yang berpotensi masuk Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Kami memandang pentingnya sertifikasi wakaf karena kalau tidak segera disertifikasi akan berdampak terhadap konflik di masa depan, apalagi di daerah yang akan dimasuki kawasan PSN. Itu bisa berdampak panjang kalau tidak segera diselesaikan,” pungkasnya.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum akselerasi nasional dalam pengelolaan aset wakaf, mengoptimalkan peran KUA sebagai garda terdepan dan kekuatan masyarakat sipil dalam perlindungan hukum tanah keagamaan.
