JAKARTA – Kasus penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat. Pihak berwenang saat ini menyelidiki insiden penembakan yang melibatkan tiga korban di Bandara Internasional Phoenix Sky Harbor, Arizona, pada Rabu (25/12) malam waktu setempat.
Menurut laporan Newsweek pada Jumat (27/12), Kepolisian Phoenix menanggapi laporan penembakan di sebuah restoran di Terminal 4, tepat di luar pos pemeriksaan keamanan.
Saat tiba di tempat kejadian, petugas menemukan tiga korban, termasuk satu perempuan dewasa dan dua laki-laki dewasa, menderita luka tembak.
Setelah penemuan itu, para korban pun segera dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan. Di rumah sakit, korban perempuan dewasa dalam kondisi kritis dengan luka yang mengancam jiwa, sementara dua laki-laki dewasa terdaftar dalam kondisi stabil dan tidak mengancam jiwa.
Menindaklanjuti tragedi tersebut, seorang pria dewasa dan seorang remaja perempuan pun ditahan di garasi parkir bandara. Pria tersebut juga ditemukan mengalami luka sayatan atau tusukan dan telah dibawa ke rumah sakit dalam kondisi stabil.
“Informasi awal menunjukkan sekelompok orang yang saling mengenal terlibat dalam pertengkaran fisik yang meningkat menjadi salah satu dari mereka mengambil pistol. Selama insiden tersebut, empat orang terluka dan dua orang ditahan. Tidak ada anggota masyarakat atau pengunjung lain yang terluka,” jelas Sersan Mayra Reeson dari Kepolisian Phoenix.
Akibat insiden ini, operasional Terminal 4 sempat terganggu. Pos pemeriksaan keamanan dan layanan PHX Sky Train dihentikan sementara sebagai langkah pencegahan, namun kini kegiatan telah kembali normal.
Polisi menerima laporan insiden ini pada pukul 9:41 malam. Para pelancong yang berada di Terminal 4 terpaksa menunggu di area penjemputan dan pengantaran sementara akses ke gedung dibatasi. Terminal 4 sendiri merupakan pusat utama bagi Southwest Airlines dan American Airlines di bandara tersebut.
Pejabat memastikan tidak ada ancaman aktif di bandara, dan penerbangan tidak terganggu. Detektif masih berada di lokasi untuk menyelidiki lebih lanjut dan menentukan kronologi penembakan tersebut.
