Keputusan Formula 1 menggelar tes pra-musim perdana 2026 secara tertutup di Circuit de Barcelona-Catalunya pada 26–30 Januari menuai kritik dari penggemar dan pengamat. Mantan manajer umum F1, Peter Windsor, bahkan menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah yang “menyedihkan”.
Dalam wawancara di kanal YouTube Cameron CC, Windsor menilai uji coba lima hari tanpa akses publik itu sebagai kesempatan emas yang terbuang. Padahal, musim 2026 akan menghadirkan mobil dengan perubahan teknis paling radikal dalam beberapa tahun terakhir akibat regulasi baru.
“Ini seharusnya menjadi momen sempurna untuk mempromosikan Formula 1 sebelum musim dimulai. Tapi tim-tim justru berkata, ‘Tidak, kita tidak bisa melakukan itu.’ Jujur, ini menyedihkan,” kata Windsor.
Windsor: Tim Lebih Pilih Menyembunyikan Risiko
Menurut Windsor, kebijakan tes tertutup bukan semata keputusan promotor, melainkan dorongan dari tim-tim yang ingin menjaga kerahasiaan—bahkan menghindari potensi rasa malu.
“Saya rasa ini terjadi karena tim-tim menginginkannya. Mereka tidak mau terlihat buruk jika mobil baru mereka bermasalah dan hanya mampu menyelesaikan satu lap dalam empat hari,” ujarnya.
Ia memperkirakan 50.000 hingga 60.000 penonton per hari berpotensi hadir jika tes dibuka untuk umum. Windsor membayangkan adanya interaksi langsung dengan penggemar, wawancara pembalap, hingga sesi hot lap bersama Pirelli.
“Penggemar seharusnya bisa menyaksikan tes ini. Ini bukan shakedown tertutup seperti di Fiorano atau Silverstone—ini tes sungguhan,” tegasnya.
Jadwal Tes 2026 Dirancang Minim Eksposur
Berbeda dari musim sebelumnya yang hanya menggelar satu tes tiga hari, kalender pra-musim 2026 mencakup 11 hari pengujian dalam tiga sesi. Hal ini dipicu oleh perubahan besar pada aerodinamika dan unit tenaga.
Tes Barcelona sendiri diatur langsung antara tim dan pihak sirkuit, terpisah dari penyelenggara F1 maupun FIA. Konsekuensinya, tidak ada siaran televisi, dan publik hanya menerima informasi berupa catatan waktu putaran.
Media Jerman Auto Motor und Sport melaporkan masih adanya kekhawatiran bahwa mobil generasi baru belum mencapai performa ideal. Beberapa pembalap disebut harus mengangkat kaki dari pedal gas di lintasan lurus demi mengisi ulang baterai.
Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, bahkan mengaku kurang terkesan setelah mencoba mobil 2026 di simulator, menyebut arah pengembangan terbaru itu “sedikit kurang menarik” dari sudut pandang pembalap.