JAKARTA – Meskipun ‘Ratu Bola Voli Korea‘, Kim Yeon-koung telah pensiun, atmosfer bola voli di Korea Selatan tetap bergelora. V-League musim 2025-2026 resmi berakhir setelah enam bulan penuh drama dan pencapaian bersejarah.
Federasi Bola Voli Korea pada 16 April meninjau jalannya kompetisi yang sarat dinamika, mulai dari perebutan tiket playoff yang baru dipastikan pada akhir musim reguler hingga digelarnya semi-playoff putri untuk pertama kalinya dalam sejarah liga.
Pertarungan Epik pada Divisi Putra dan Putri
Pada sektor putra, persaingan ketat terjadi bukan hanya di papan atas, tetapi juga pada klasemen tengah. Woori Card, yang sempat terpuruk di dasar klasemen, bangkit dan bersaing dengan KB Insurance serta KEPCO. Mereka akhirnya merebut tiket semi-playoff dan melaju ke playoff setelah menyingkirkan KB Insurance dalam laga tunggal.
Sementara itu, divisi putri mencatat sejarah dengan semi-playoff perdana. GS Caltex berhasil menyingkirkan Heungkuk Life Insurance (Pink Spiders), lalu menundukkan Hyundai E&C pada playoff. Mereka melaju ke final dan menorehkan rekor sempurna 6-0 dengan menaklukkan Korea Expressway Corporation, sekaligus meraih gelar juara pertama dalam lima musim. Pemain asing Silva tampil gemilang, menyabet gelar MVP musim reguler sekaligus MVP seri kejuaraan.
Rekor Penonton dan Rating
Total penonton gabungan musim reguler dan pascamusim mencapai 635.461 orang, melampaui rekor sebelumnya 598.216. Divisi putra mencatat lonjakan 19,6 persen menjadi 307.449 penonton, sementara divisi putri sedikit menurun 3,8 persen menjadi 328.012.
Pada babak playoff, divisi putra mencatat peningkatan rata-rata kehadiran 13,6 persen, sedangkan divisi putri mengalami penurunan 24,6 persen dibanding musim lalu.
Dari sisi rating, divisi putra mencatat lonjakan signifikan di pascamusim dari 0,82% menjadi 1,41%. Divisi putri juga mencatat peningkatan, dengan rata-rata rating musim reguler dan pascamusim mencapai 1,36%—tertinggi sepanjang sejarah liga.